Rabu, 04 Agustus 2021 13:58

H. Syafiuddin: Masyarakat Madura Bukan Tidak Percaya Covid-19, Tapi Lebih Mementingkan Cari Nafkah

Selasa, 08 Juni 2021 14:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
H. Syafiuddin: Masyarakat Madura Bukan Tidak Percaya Covid-19, Tapi Lebih Mementingkan Cari Nafkah
H. Syafiuddin, S.Sos. saat rapat dengar pendapat dengan Kemenhub di ruang sidang Komisi V DPR RI, Selasa (8/7/2021).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Meroketnya kasus Covid-19 di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, kata H. Syafiuddin, Anggota Komisi V DPR RI, bukan karena masyarakat Madura tidak percaya terhadap Covid-19. Melainkan, karena mereka lebih memprioritaskan kebutuhan keluarga dengan mencari nafkah. Hal ini disebabkan keterbatasan ekonomi dan tingginya kemiskinan di Madura.

"Orang Madura bukan tidak percaya pada Covid, faktanya percaya. Namun (karena) keterbatasan ekonomi, orang Madura lebih mementingkan nafkah untuk keluarga daripada takut ke Corona," jelasnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Perhubungan di Senayan, Selasa (8/7/2021).

Oleh sebab itu, ia meminta kepada Pemerintah Pusat agar memberikan perhatian khusus terhadap Madura, agar bisa keluar dari zona hitam.

"Pemerintah Pusat dan Daerah, baik provinsi dan kabupaten harus betul-betul bersinergi untuk menangani pandemi Covid-19," pintanya.

BACA JUGA : 

Pertama di Madura, DEM Madura Gelar Workshop Energi Virtual

Bulog Bangkalan Salurkan 74.837 Ribu Ton Beras ke Penerima PKH dan BST

Terima Laporan PMII Bangkalan Soal Temuan Jual Beli Bansos, Begini Respons Bupati

Peringati Harlah Ke-23, DPC PKB Bangkalan Gelar Vaksinasi Covid-19 dan Pembagian Sembako

Menurutnya, di Madura saat ini ada dua masalah besar. Pertama adalah kasus kemiskinan yang berdampak pada kelaparan, dan kedua adalah pandemi Covid-19

Ia juga mengungkapkan, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Madura sampai detik ini masih paling rendah se-Kabupaten/Kota Jawa Timur. "Ini sebagai bukti bahwa masyarakat Madura masih miskin dan terbodoh," cetusnya.

Oleh karena itu, ia berharap semua kementerian, khususnya Kementerian Perhubungan serius memberikan anggaran untuk Madura.

Ia juga berharap kepada anggota Komisi V DPR RI dapat membantu anggaran untuk Pulau Madura. "Hal ini akan berdampak kepada pemulihan ekonomi serta peningkatan ekonomi masyarakat Madura," pungkasnya. (uzi/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...