Aksi yang digelar Himaba atau Himpunan Mahasiswa Bangkalan di kantor pemerintah daerah setempat.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Bangkalan (Himaba) menggelar unjuk rasa di kantor pemerintah daerah setempat, Rabu (4/2/2026). Mereka menuntut evaluasi kinerja satu tahun Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan.
Ketegangan sempat terjadi ketika massa mencoba memaksa masuk ke gedung karena kepala daerah bersama wakilnya tidak menemui mereka, namun upaya itu berhasil dihalau aparat kepolisian sehingga situasi tidak meluas.
M. Auqof Nur selaku koordinator lapangan mengatakan, aksi bertujuan mengevaluasi kinerja pemerintahan selama setahun karena menurutnya kondisi Kota Dzikir dan Sholawat masih stagnan, serta membutuhkan perubahan kebijakan.
"Selama satu tahun kepemimpinan Bupati Lukman dan wakilnya, tidak banyak perubahan yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, akibatnya terjadi kesenjangan yang lebar antara janji politik dan realita kehidupan di masyarakat," cetusnya.
Auqof mendesak penyelesaian berbagai masalah, terutama di sektor pendidikan, seperti gedung sekolah yang tidak layak pakai dan sengketa lahan sekolah yang belum tuntas. Himaba juga menyoroti dugaan penyimpangan pada Program Indonesia Pintar (PIP).
"Kita menyaksikan terjadinya kebocoran kebijakan pada Program Indonesia Pintar (PIP), dengan adanya praktik salah sasaran, penggelapan dana, hingga pungutan liar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab," ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengkritik kebijakan retribusi parkir berlangganan yang dinilai membebani warga.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




