Rabu, 28 Juli 2021 20:39

Besok, Insentif 24.404 Guru Ngaji dan Marbut di Gresik Cair

Minggu, 06 Juni 2021 12:17 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Besok, Insentif 24.404 Guru Ngaji dan Marbut di Gresik Cair
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Penantian sebanyak 24.404 tenaga kependidikan (guru ngaji), marbut (penjaga masjid) tenaga formal dan nonformal di Kabupaten Gresik atas pencairan insentif dampak pandemi Covid-19 akan segera terwujud. Saat ini, proses pencairan sudah di Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik Sentot Supriyohadi. "Proses pencairan sudah di BPPKAD. Senin (7/6/2021), dijadwalkan sudah cair," ucap Sentot kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (6/6/2021).

Sentot mengakui, pencairan insentif 24.404 tenaga kependidikan (guru ngaji), marbut (penjaga masjid) tenaga formal dan nonformal agak memakan waktu. Sebab, terlebih dahulu melalui proses.

Yakni, lanjut Sentot, mulai dari peraturan bupati (perbup), dikonsultasikan ke Pemprov Jatim, hingga penetapan calon penerima oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). "Jadi, setelah ada penetapan dari Pak Bupati, tinggal proses pencarian," terang Sentot.

BACA JUGA : 

AKD dan Forkopimcam Manyar Door to Door ke Perusahaan Cari Tabung Untuk Bantu Warga Terpapar Covid

Jelang Masuki Masa Pensiun, Kadinsos Gresik Maksimalkan Penuntasan Tugas Pelayanan Masyarakat

Percepat Herd Immunity, Bupati Gus Yani Latih 140 Nakes Hingga Siapkan Tempat Wisata untuk Vaksinasi

Minta Penggunaan DD untuk Covid-19 Dioptimalkan, Bupati Gus Yani: Boleh Dibelikan Oximeter

Untuk pencairan akan dilakukan secara tunai. Pencairan akan dilakukan oleh petugas dinas sosial melalui kecamatan masing-masing penerima. "Setelah uang insentif dicairkan oleh BPPAKD, langsung kami bagikan tunai melalui kecamatan masing-masing," tegasnya.

Sentot lebih jauh menyatakan, total ada 24.404 tenaga kependidikan (guru ngaji), marbut (penjaga masjid) tenaga formal dan nonformal yang menerima insentif masing-masing Rp 200 ribu dari APBD Gresik 2021 yang sudah dialokasikan sebesar Rp 5,3 miliar.

Sebelumnya, tambah Sentot, dinas sosial telah melakukan verifikasi data para calon penerima. Tujuannya memastikan tidak adanya NIK ganda, penerima sudah meninggal, dan lainnya.

"Langkah ini kami lakukan agar pemberian insentif benar-benar tepat sasaran dan tak ada persoalan hukum di kemudian hari. Dan, semua sudah klir," pungkas Sentot. (hud/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...