Kamis, 29 Juli 2021 10:27

​Tebar 129.000 Ikan, Kiai Asep dan Gus Bara Datangi Empat Titik Sungai di Mojokerto

Sabtu, 05 Juni 2021 18:34 WIB
Editor: mma
​Tebar 129.000 Ikan, Kiai Asep dan Gus Bara Datangi Empat Titik Sungai di Mojokerto
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. dan Muhammad Al-Barra (Gus Bara) saat melepas ikan di sungai Desa Pacet Mojokerto, Sabtu (5/6/2021). foto: mma/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Panas terik matahari yang menyengat tak menghalangi semangat Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul ummah Surabaya dan Mojokerto Jawa Timur. Kiai miliarder tapi dermawan itu bersama putra sulungnya, Muhammad Al-Barra (Gus Bara) yang kini Wakil Bupati Mojokerto, mendatangi empat titik sungai untuk menebar ikan dalam rangka memperingati Hari Lingkugan Hidup se-Dunia. Yaitu sungai di Desa Pacet, Padusan (tempat pemandian air panas), Petak, dan Pandan.

"Ini yang pertama. Masih banyak kekurangan. Nanti akan terus belanjut tiap minggu," kata Kiai Asep ketika memberikan sambutan singkat di pinggir sungai di Desa Pacet Mojokerto, Sabtu (5/6/2021).

Acara yang diawali tumpengan itu selain dihadiri Kiai Asep dan Gus Bara juga tampak Wakil Ketua DPRD Mojokerto Sholeh, para kepala desa dan kapolsek, serta perwakilan kodim setempat.

Menurut Gus Bara, acara tebar ikan ini untuk menjaga ekosistem dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia. “Ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Dan ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Mojokerto,” tegas alumnus Universitas Al-Azhar Mesir itu.

BACA JUGA : 

​Ajak Berkontribusi Sekecil Apapun untuk Bangsa, Kiai Asep Ajak salat Malam dan Istighatsah Virtual

Merasa Dibantu Gus Barra, Bayi Kembar Devita Diberi Nama Nadina Barra Putri dan Nadin Talita Barra

Respons Keluhan Ojol Saat Pandemi Covid-19, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin

Bagikan Sembako, Gus Bara Didampingi Putra Gubernur, Kiai Asep Ungkap Kunci Sukses

Gus Bara menjelaskan, bahwa semua biaya tabur ratusan ribu ikan itu murni dari Asep Saifuddin Chalim (ASC) Foundation, bukan dari Pemkab Mojokerto.

“ASC Foundation memberi untuk berbagi, tapi tidak menerima sumbangan,” tegas wakil bupati milenial yang juga ketua ASC Foundation itu.

(Aparat kepolisian juga bahu membahu menyukseskan tebar ikan dalam rangka menyemarakkan Hari Lingkungn Hidup se-Dunia di Mojokerto, Sabtu (5/6/2021). foto: mma/ bangsaonline.com)

Kiai Asep tampak sangat bersemangat untuk program memberdayakan sungai di Mojokerto. “Nanti semua sungai di Mojokerto harus dibersihkan. Sampai airnya bisa diminum dan banyak ikannya sehingga warga dengan mudah memanen ikan untuk dimakan,” kata ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

“Tiga bulan ikan-ikan itu sudah bisa dipanen,” katanya optimistis. Namun Kiai Asep melarang mengambil ikan dengan cara mempotas, menyetrum dan menjala. “Harus dipancing,” katanya sembari mengatakan bahwa semua warga Mojokerto boleh memancing dengan gratis.

Program ini didukung penuh 20 kepala desa se-kecamatan Pacet Mojokerto. Kini lahir peraturan pemerintah desa yang memberikan rambu-rambu agar warga Pacet Mojokerto tidak membuang sesuatu yang membuat sungai kotor dan tercemar.

Dalam peraturan pemerintah desa itu juga ditulis poin-poin tentang aturan mengambil ikan. Termasuk larangan menyetrum dan menjala. Peraturan itu dicetak dalam bentuk poster dan ditempel di beberapa jembatan pinggir sungai.

(Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra dan Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, M.A. melepas ikan di sungai di Mojokekrto, Sabtu (5/6/2021) . foto: mma/ bangsaonline.com)

Menurut Kiai Asep, pelepasan ratusan ribu ikan di empat titik sungai itu hanyalah simbolik karena akan terus diperluas ke seluruh sungai di seluruh Kabupaten Mojokerto. Karena itu Kiai Asep minta semua sungai harus dibersihkan secara bertahap.

Yang menarik, Kiai Asep tak segan-segan turun ke sungai, meski kondisinya sangat terjal. Di empat titik itu Kiai Asep turun sendiri bersama Gus Bara untuk menabur ikan-ikan yang dilepas.

(Tak peduli jalan terjal, Kiai Asep Saifuddin Chalim tetap turun ke sungai untuk menebar ikan. foto: mma/ bangsaonline.com)

Lalu ikan apa saja yang ditabur? Muhammad Sobirin dan Amin – keduanya pengurus ASC Foundation – menuturkan bahwa hampir semua jenis ikan yang ditabur. “Gurami, lele, udang, tombro, patin, dan ikan lainnya,” tutur Sobirin menyebut beberapa contoh ikan yang ditabur.

Apa ikan-ikan itu tidak hilang dan kintir terbawa arus sungai? Nur Pramiyanto, seorang peternak ikan, yang hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa ikan-ikan itu berada di cekungan-cekungan sungai. “Nanti kalau sudah besar mereka sudah kuat melawan arus,” katanya.

Menurut dia, ikan-ikan itu akan besar dalam tiga bulan. Saat itulah nanti digelar lomba mancing sebagai hiburan bagi masyarakat.

Kini ASC Foundation terus mejadi perbincangan warga Mojokerto. Maklum, kiprah sosial lembaga nirlaba ini sangat tinggi dan kontinyu. Tiada hari tanpa mengabdi. Bahkan pada hari ini, Rabu (5/6/2021) Kiai Asep tidak hanya sibuk menebar ikan, tapi juga menikahkan warga Lengkong Mojoanyar Mojokerto.

Tentu kehadiran Kiai Asep sekaligus kedermawanannya. “Mas kawinnya uang Rp 500 ribu, tapi saya tambahi Rp 500 ribu jadi Rp 1 juta,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com. “Agar istrinya senang,” tambahnya.

Kiai Asep juga memberikan uang kepada penghulunya Rp 600 ribu. “Aturan Kemenag kalau datang kan biayanya Rp 600 ribu,” kata Kiai Asep.

Selain itu tentu saja meminjamkan mobil mewah secara gratis untuk mempelai. “Manten prianya minta dijemput mobil Alphard,” kata Kiai Asep sembari tertawa. ASC Foundation memang secara sukarela menyiapkan empat mobil mewah gratis bagi warga Mojokerto yang mau nikah. Yaitu Toyota Camry, BMW, Honda Accord, dan Mercy.

“Hari ini ada empat orang menikah,” tutur Kiai Asep. Karena itu mobil-mebil mewah itu terus berkeliling ke seantero Mojokerto, melayani warga yang menikah. “Semuanya gratis. BBM dan sopirnya gratis,” kata Kiai Asep. (mma)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...