Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa disambut meriah oleh murid SMAN 1 Dampit. (Ist)
MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, meninjau program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (Sikap) di SMAN 1 Dampit, Malang, Jumat (31/10/2025).
Program ini awalnya disebut School Food Care (SFC) yang diinisiasi oleh Gubernur Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jatim.
BACA JUGA:
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
- BSPS di Jatim Melonjak Jadi 33 Ribu Unit, Menteri PKP Dorong Dampak Ekonomi Luas
- Hardiknas 2026: Gubernur Khofifah Tegaskan Jawa Timur Jadi Barometer Pendidikan Nasional
- May Day 2026: Gubernur Khofifah Ajak Kolaborasi Industri dan Pekerja
Dalam perjalanannya, SMA/SMK Negeri di Jatim sangat antusias dalam mengadopsi program SFC ini, lahan milik sekolah yang dulunya sebagai tempat sampah diubah menjadi lahan produktif melalui program SFC yang sekarang dikenal dengan sebutan Sikap.
Gubernur Khofifah didampingi Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai dan Kepala Sekolah SMAN 1 Dampit Yudi Krisdianto, berkeliling di area seluas kurang lebih empat hektare yang telah menjadi kebun edukatif berisi ratusan jenis tanaman pangan dan hortikultura. Dalam kesempatan itu, Khofifah juga sempat mencoba Buah Rukem.
Mulai dari blonceng, pisang, alpukat, tomat, kentang, bayam Brazil, kacang panjang, kangkung, cabai, terong, durian, sukun, hingga talas Bentoel, semuanya tumbuh subur di bawah pengelolaan siswa dan guru.
Pupuknya dibuat dan diolah sendiri dari berbagai daun-daun dan juga pengelolahan secara alami, sehingga pupuk yang digunakan untuk tanaman semuanya organik. Tak hanya itu, di area tersebut juga terdapat kolam ikan lele yang menjadi bagian integral dari sistem Sikap.
“Saya kagum dengan lahan pertanian di sini. Total ada 300 jenis sayur dan buah. Betapa para siswa sangat bersemangat mengembangkan Sikap dengan tanaman lokal negeri ini,” ujar Khofifah.
“Untuk itu saya mengajak sekolah selain menanamkan kecerdasan intelektual anak-anak ditanamkan bila karakter dan juga cinta terhadap alam termasuk bagaimana mereka bisa berkreasi dan inovatif bersama guru mengembangkan proses pembelajaran berbasis alam atau tanaman,” imbuhnya.
Sambil meninjau area kebun dan kolam ikan, Khofifah tampak antusias saat memetik langsung beberapa hasil panen. Ia juga memberi masukan agar kolam ikan diperluas agar dapat menampung lebih banyak ikan dengan ukuran bervariasi.
“Kolam diperbesar supaya lebih banyak menampung beragam ukuran ikan lele,” katanya.
Setelah selesai meninjau lahan pertanian di SMAN 1 Dampit, Khofifah mengatakan bahwa upaya yang dilakukan kepala sekolah, guru, dan siswa-siswi SMAN 1 Dampit mendukung salah satu program Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan pangan.
“Di SMA/SMK sudah diinisiasi Sikap. Kita ingin ini menjadi bagian yang ikut menyukseskan program Presiden dan Wakil Presiden terkait ketahanan pangan,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, ketahanan pangan tidak hanya tumbuh di lahan-lahan luas dan jumlah petani besar, melainkan dari sekolah juga bisa menanam berbagai macam jenis sayur dan buah-buahan. Artinya, dari SMA inovatif memiliki konsen menguatkan ketahanan pangan sesuai program Astacita Presiden Prabowo.






