Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada periode 30 Oktober hingga 5 November 2025.
"BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es. Fenomena ini diperkirakan terjadi di 23 kota dan kabupaten di Jawa Timur hingga awal November.
BMKG Juanda menyebutkan bahwa potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang saat ini melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di sekitar Selat Madura turut memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sidoarjo, Bondowoso, Jember, Sumenep, Probolinggo, Kediri, Bangkalan, Blitar, Lumajang, Malang, Pasuruan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, serta Kota Surabaya.
BMKG Juanda juga menyampaikan, sebagian wilayah Jawa Timur saat ini tengah memasuki masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, sementara sebagian lainnya telah memasuki awal musim hujan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca melalui situs daring kami maupun melalui media sosial BMKG Juanda," ucap Taufiq (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




