Rabu, 28 Juli 2021 21:29

Jumat Ngopi Edisi Perdana Sambang Desa, Mas Bup Dhito Terima Keluhan Soal Pupuk Langka Hingga ODGJ

Jumat, 04 Juni 2021 21:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Jumat Ngopi Edisi Perdana Sambang Desa, Mas Bup Dhito Terima Keluhan Soal Pupuk Langka Hingga ODGJ
Bupati Kediri Hanindhito Himawan didampingi Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, saat memberi keterangan kepada wartawan, usai menggelar acara Jumat Ngopi di Balai Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Acara Jumat Ngopi (Ngobrol Persoalan dan Solusi) yang biasanya digelar di Pendopo Panjalu Jayati oleh Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa, hari Jumat (4/6) ini, mulai digelar di desa.

Jumat Ngopi Edisi Sambang Desa yang pertama ini dilaksanakan di Balai Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Turut hadir dalam Sambang Desa kali ini, Sekda Kabupaten Kediri Dede Sujana, beberapa kepala dinas, Camat Kayen Kidul, dan kepala desa se-Kecamatan Kayen Kidul.

Masyarakat Kabupaten Kediri yang ingin menyampaikan keluhan dan harapan hadir di acara Jumat Ngopi, meski terbatas karena pandemi. Ada perwakilan dari Paguyuban Penghayatan Kepercayaan di Kabupaten Kediri yang mengeluh belum punya sekretariat dan kolom di KTP yang belum mencantumkan Penghayatan Kepercayaan.

BACA JUGA : 

Pastikan Bantuan Sampai di Tangan, Bupati Kediri Datangi Rumah Warga Isoman Pakai Vespa

Segera Dirikan RSDS, Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri Tinjau Lokasi di Bekas Kantor Dispertabun

Tinjau Tempat Isolasi Terpadu di Gedung SKB Kediri, Mas Dhito Akan Siapkan 2 Rumah Sakit Darurat

Kolaborasi Aksi, Pemdes Gurah dan Relawan Nasdem Kediri Gelar Penyemprotan Disinfektan Door to Door

Selain itu, ada keluhan masalah UMKM, bantuan sembako, jalan dan jembatan rusak, masalah kelangkaan pupuk, masalah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) sampai masalah pungutan parkir di Rumah Sakit Kabupaten Kediri di Pare, ditanyakan langsung ke Mas Bup Dhito, sapaan Bupati Kediri itu.

Mas Bup pun selalu memerhatikan dan mencatat setiap pertanyaan yang disampaikan oleh rakyatnya itu. Bila pernyataan itu bisa dijawab saat itu juga, maka akan diberikan jawaban dan solusi. Tapi bila pernyataan itu perlu kajian lebih lanjut, maka ia akan mencatat dan akan memanggil dinas terkait untuk bersama-sama mencari solusi.

Seperti yang disampaikan oleh Sunardi (56) warga Dusun Tangkilan, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul. Ia mengeluhkan kelangkaan pupuk yang saat ini terjadi. Masalah kelangkaan pupuk ini juga disampaikan oleh petani dari Desa Sukoharjo, Kecamatan Kayen Kidul.

Menanggapi masalah ini, Mas Bup Dhito mengakui bahwa di Kabupaten Kediri memang terjadi kelangkaan pupuk. Menurutnya, kelangkaan pupuk terjadi karena kesalahan input pada saat RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) manual ke e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

"Ini yang sebenarnya kemarin saya minta ke Pak Anang selaku Dinas Pertabun (Anang Widodo, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri) untuk me-mapping di daerah mana saja yang terjadi kelangkaan pupuk itu," kata Mas Bup Dhito kepada wartawan usai acara Jumat Ngopi, Jumat (4/6).

Menurutnya, kalau dulu pada saat 1 tahun awal, kelangkaan pupuk terjadi hampir di seluruh Kabupaten Kediri. Sekarang sudah ada beberapa daerah yang sudah mulai terurai seperti di daerah Mojo dan Semen. Di dua kecamatan ini sudah tidak sesulit seperti dulu.

"Masalah ini akan menjadi perhatian Pemkab Kediri dan secepatnya akan dicarikan solusi," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana, Jumat (4/6) pagi, telah mengunjungi Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare. Satu jam lebih ia berada di Balai Desa Tulungrejo, Pare untuk melihat langsung pelayanan perangkat desa kepada masyarakat Desa Tulungrejo.

Upaya berkantor di balai desa sebagai bentuk pendekatan kepada perangkat desa dengan pimpinan daerah. Di sisi lain, langkah ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada di desa secara langsung. (uji/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...