Kamis, 29 Juli 2021 09:06

Praktisi Hukum ini Sarankan Peserta yang Tak Puas Hasil P3D Munggugebang Tempuh Jalur PTUN

Minggu, 23 Mei 2021 01:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Praktisi Hukum ini Sarankan Peserta yang Tak Puas Hasil P3D Munggugebang Tempuh Jalur PTUN
Andi Fajar Yulianto

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Praktisi hukum Andi Fajar Yulianto, S.H., C.T.L., angkat bicara soal polemik Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa (P3D) Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Menurut Fajar, polemik kekalahan dalam seleksi sebuah kompetisi formasi, dalam konteks ini penjaringan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang, boleh dijadikan bahan temuan pelanggaran, sepanjang unsur pelanggaran jelas ditemukan.

"Namun, tidak boleh dan jangan sampai menanamkan mindset atau men-justice seseorang hingga mendiskreditkan lulusannya yang bukan dari lembaga pendidikan, atau pendidikan lebih tinggi seperti perguruan tinggi (PT), sehingga terkesan tidak pintar dan tidak layak menduduki formasi jabatan tertentu yang diperebutkan," tutur Direktur Kantor Hukum Fajar Trilaksana ini.

"Jadi, dalam kasus di Munggugebang ada peserta yang hanya lulusan kejar paket C (setara SMA), lalu di-justice tidak pintar tapi lulus dengan nilai baik, atau sebaliknya ada yang lulusan S1 dengan hasil kurang baik lalu di-justice tak pintar, itu tak boleh," katanya.

BACA JUGA : 

7 Warga Meninggal Karena Covid-19, Kades Morobakung Tak Henti Ajak Warga Patuhi Prokes

Kapolres Gresik Imbau Kades Tak Perlu Takut Pakai DD untuk Tangani Covid-19

Ketua RW di Kebomas Pusing, Warga Isoman Covid-19 Non KTP Gresik Tak Bisa Dapat Bantuan

13 Warganya Jalani Isoman, Pemdes Gredek Duduksampeyan Dirikan Posko Tangguh Covid-19

Menurut Fajar, kemampuan seseorang tidak bisa ditakar hanya dari tingkat pendidikan. Sebab, kata dia, dalam sebuah kompetisi ada yang menang dan ada yang kalah.

Karena itu, ia menyarankan pihak yang tak puas dalam penjaringan agar menempuh jalur yang dibenarkan oleh konstitusi, yakni melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Biar nanti hakim yang menguji jika benar ada inprosedural atau aturan yang dilanggar dalam pelaksanaan P3D Munggugebang. Jika nanti dalam kajian hakim ada yang inprosedural, maka hakim bisa perintahkan penjaringan perangkat desa ulang atau pembatalan pelantikan," ujarnya.

Karena itu, Fajar meminta Kepala Desa dan Panitia P3D Munggugebang tak resah jika ada peserta yang tak puas terhadap hasil P3D. "Itu hal wajar dalam sebuah kompetisi. Kades punya wewenang dan bisa meneruskan proses hingga pelantikan bagi peserta yang dinyatakan menang (terpilih). Sepanjang jika tahapan proses penjaringan Kasi Pemerintahan Desa Munggugebang yang dilakukan oleh kades dan panitia P3D telah sesuai dengan regulasi dan tatalaku secara patut," pungkasnya. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...