Salah satu pengrajin kuningan di Bondowoso. foto: Sugiyanto/BangsaOnline.com
“Kalau selongsong ini pesanan dari konsumen kami di Malang”, ujarnya.
Penjualan ke luar kota ini memang menjadi andalan dari para perajin kuningan di Cindogo. Mengingat, permintaan untuk dalam kota sendiri tidak terlalu besar. Para peminat dari luar kota sendiri tidak terlalu mempersoalkan harga kerajinan kuningan yang memang cukup tinggi. Hal itu karena harga tersebut sesuai dengan kualitas hasil produksi para perajin.
Seperti diketahui, kawasan Cindogo menjadi sentra kerajinan kuningan yang merupakan andalan dari Bondowoso. Ratusan pekerja menggantungkan nafkah dari kerajinan tersebut. Pemerintah daerah sendiri tidak tinggal diam dengan potensi khas ini. Dalam setiap kesempatan, pemerintah selalu membuka pasar baru untuk hasil produksi perajin.
“Di sentra kerajinan kuningan Cindogo ini, aneka bentuk kerajinan berbahan baku utama kuningan digarap oleh perajin. Mulai dari hiasan rumah hingga keperluan rumah tangga lainnya. Sentra kerajinan ini juga menjadi salah satu jujugan wisatawan asing ketika berkunjung ke Bondowoso,” tandasnya.
Untuk itulah, Diskoperindag terus mendorong para pengrajin untuk meningkatkan kualitasnya.
”Berdasarkan data dari Diskoperindag, setiap tahun jumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di Bondowoso meningkat minimal 5%. Saat ini jumlah UMKM dan IKM di Bondowoso mencapai 36 ribu lebih. Angka tersebut meningkat dibanding 2013 yang mencapai 28 ribu," pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




