Kamis, 13 Mei 2021 07:28

Cak Imin Dianggap Oligarkis-Nepotis, Miliki Sejarah Kelam terhadap Gus Dur

Selasa, 13 April 2021 20:44 WIB
Editor: Tim
Cak Imin Dianggap  Oligarkis-Nepotis, Miliki Sejarah Kelam terhadap Gus Dur
Zannuba Ariffah Chafsoh – akrab dipanggil Yenny Wahid dan A Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Foto: tempo

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dr. Imron Rosyadi, juru bicara Zannuba Ariffah Chafsoh – akrab dipanggil Yenny Wahid, menilai bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan A Muhamin Iskandar (Cak Imin) semakin menunjukkan watak oligarkis dan nepotisme yang tidak sehat bagi pengembangan demokrasi.

Karena itu, ia minta para masyayikh atau sesepuh NU mengingatkan Cak Imin.

“Kami mengetuk kesadaran semua pihak, termasuk internal DPP bahkan para sesepuh, agar mengingatkan Muhaimin Iskandar dan lingkaran elitenya untuk kembali kepada sejarah awal berdirinya partai, termasuk sejarah masa lalu Cak Imin dalam memperlakukan Gus Dur dalam konflik PKB yang masih terus diingat warga NU,” kata Imron Rosyadi, juru bicara Zannuba Ariffah Chafsoh – akrab dipanggil Yenny Wahid –dalam keterangan persnya, Selasa (13/4/2021). 

Imron Rosyadi melontarkan pernyataan pers setelah mendengar berita-berita menyangkut dinamika internal PKB pasca dilangsungkannya muscab serentak tahun 2021 yang menimbulkan ketidakpuasan pengurus daerah.

BACA JUGA : 

Datangi Mahfud MD, Cak Imin Disebut Minta Tolong Redam Motor Penggerak MLB

​Pendukung MLB Terus Bertambah, Tiga DPW dan Tujuh DPC PKB di Kalimantan Gabung

​Disambangi Dubes China, Cak Imin: PKB Miliki Kesamaan Visi Kebangsaan dengan Partai Komunis China

Santri Curi Ikan Kiai, Haram Jadi Halal, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (5)

Menurut  Imron Rosyadi, Gus Dur tidak sekadar pendiri PKB, tetapi juga cucu Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang seharusnya tidak diperlakukan seperti itu.

“Kami khawatir, diamnya para sesepuh akan dianggap sebagai upaya perlindungan kepada Cak Imin yang memiliki sejarah kelam terhadap Gus Dur sehingga berdampak pada penilaian negatif kalangan akar rumput terhadap para sesepuh. Kesadaran kolektif diperlukan agar proses demokrasi di PKB kembali bisa berjalan normal,” tegas Imron Rosyadi.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, ternyata gerakan untuk Muktamar Luar Biasa (MLB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) makin meluas. “Sudah 102 DPC dan 10 eksponen DPW PKB seluruh Indonesia yang sekarang sedang berkomunikasi dan mendukung MLB,” kata Ketua DPW PKB Kalimantan Barat, Syarif Sabli, Senin (12 April).

Sebelumnya, mantan Ketua DPC Karawang, Ahmad Zamakhsari yang populer dipanggil Jimmy, menyatakan bahwa sudah ada 22 kabupaten dan kota sepakat segera MLB. “Sudah ada 22 kabupaten atau kota sudah sepakat untuk segera membuat muktamar luar biasa atau KLB versi kami, PKB,” kata Jimmy, Minggu (11/4/2021).

Namun data itu berubah cepat hanya dalam hitungan jam. “Sekarang sudah 102 DPC dan akan terus membesar dan meluas. Sudah banyak sekali yang kecewa dan sakit terhadap Muhaimin,” kata Syarif Sabli.

Ketika ditanya daerah mana saja yang dukung MLB, secara tegas ia menjawab, “Daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, pokoknya Indonesia bagian Timur,” jelasnya.

"Sekarang (Senin, 12/4/2021) siang ini juga banyak yang lagi mengadakan pertemuan. Membahas MLB. Ini gelombang besar karena sudah tahu semua sepak terjang Muhaimin," katanya lagi.

Menurut dia, para pengurus PKB itu sekarang sadar bahwa Cak Imin tidak hanya melanggar AD/ART, tapi juga mengkudeta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pendiri PKB. Sialnya, kata dia, hanya untuk kepentingan Cak Imin dan keluarganya sendiri, terutama kakaknya.

Sementara seorang aktivis PKB lain menuturkan, dukungan terhadap MLB PKB meluas tidak hanya dari internal PKB, tapi juga kiai-kiai NU. Menurut dia, kiai-kiai NU kecewa karena Cak Imin diisukan mengincar ketua umum PBNU.

“Masak NU dan PKB hanya dikuasai berdua dengan kakaknya, Halim Iskandar. Apalagi setelah muncul isu bahwa Muhaimin akan mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU, sedang Halim Iskandar mau dijadikan ketua umum PKB. Isu itu dimuat semua media, baik Jakarta mampu provinsi. Ini kan sudah parah. Warga NU yang jumlahnya ratusan juta dikadali Muhaimin dan kakaknya, Halim, untuk kepentingan keluarga mereka,” tegasnya.

Namun Anik Maslachah, Sekretaris DPW PKB Jatim, membantah Cak Imin mengincar kursi ketua umum PBNU. 

“Saya sudah mendapat penegasan dari Ketua DPW PKB Jatim, Pak Halim Iskandar, bahwa tidak ada wacana apapun dan memastikan bahwa Gus Ami tetap berkonsentrasi sebagai Ketua Umum DPP PKB. Tidak akan maju sebagai calon Ketum PBNU,” tegas Wakil Ketua DPRD Jatim itu kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (25/3/2021).

Namun sebelumnya Anik Maslachah kepara koran Bhirawa Surabaya sempat membenarkan Cak Imin calon ketua umum PBNU. Menurut dia, tak ada yang tidak mungkin.  (tim)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...