Kamis, 29 Juli 2021 02:23

Penggerebekan Pabrik Senjata Api Ilegal di Banyuwangi, Pelaku Belajar Autodidak dari Internet

Sabtu, 10 April 2021 17:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Teguh Prayitno
Penggerebekan Pabrik Senjata Api Ilegal di Banyuwangi, Pelaku Belajar Autodidak dari Internet
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko (tengah) dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman (kanan) saat rilis pers ungkap kasus penggerebekan industri senjata api, Sabtu (10/4/2021).

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Polresta Banyuwangi berhasil membongkar industri rumahan pembuatan senjata api (senpi) ilegal berbagai model beserta amunisinya. Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan pembuat sekaligus pembeli senpi ilegal tersebut yakni NM, IPW, AW, dan CS.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, S.I.K. mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal Anggota Reskrim Polresta Banyuwangi melakukan penggerebekan di home industri senpi modifikasi ilegal di Jalan Nusa Indah 57, Desa Boyolangu, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/4/2021).

"Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan satu orang tersangka inisial NM (51) yang berperan sebagai pembuat senjata api modifikasi. Dia mengaku belajar membuat senpi secara autodidak yang ia pelajari melalui Internet," kata Kombes Pol Arman saat rilis pers di halaman Mapolresta Banyuwangi yang juga dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta beserta jajarannya, Sabtu (10/4/2021).

Selain berperan sebagai pembuat senpi, kata Arman, tersangka NM juga mengaku sebagai perantara penjualan senpi. Lalu dilakukan pengembangan. Alhasil polisi kembali mengamankan tiga tersangka lainnya.

BACA JUGA : 

Vaksinasi Goes to Campus Sasar Mahasiswa di Banyuwangi

Gelar Hajatan Saat PPKM Darurat, Anggota DPRD Banyuwangi Didenda Rp 500 Ribu

Tingkatkan Sinergisitas, Kapolresta Banyuwangi Gelar Silaturahmi dengan Rekan Media

Perampok Bersenjata Api Satroni Rumah Bos Kafe di Gresik, Gasak Uang Puluhan Juta dan Perhiasan

"Di antaranya IPW (48) warga Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali; AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi; dan satu tersangka lain inisial CS (66) warga Kecamatan Beji Kota, Depok Jawa Barat," bebernya.

Arman menjelaskan, tersangka IPW merupakan pembeli senpi ilegal dari tersangka NM. Dari tersangka IPW, polisi mengamankan barang bukti di antaranya, satu pucuk senpi jenis M-16 modifikasi, satu pucuk senjata Rev modif, CIS kaliber 22 MM, satu senpi jenis FN-Browning, satu senpi laras panjang cis kaliber 22 MM, serta 111 amunisi kaliber 5,55 MM, kaliber 9 MM, dan CIS kaliber 22 MM serta dua magazine M-16 dan magazine FN-Browning.

Sedangkan tersangka AW, lanjut Arman, berperan sebagai pemasok atau penjual 50 amunisi kaliber 9 MM, yang disita dari tersangka NM. Untuk tersangka CS berperan sebagai penjual satu pucuk senpi laras panjang cis kaliber 22 MM yang disita dari tersangka IPW.

"Selain mengamankan para tersangka, kita juga amankan beberapa barang bukti senpi dan amunisi," ungkap dia.

Adapun barang buktinya antara lain, satu senpi modif jenis M-16, satu senpi modif jenis lee-enfield, satu senpi modif M-16 singgle, dua magazine M-16, tiga magazine SS1, 53 amunisi senjata cis kaliber 22 MM, 40 amunisi tajam kaliber 7,62 MM, 160 proyektil CIS, tiga buah peredam dan barang bukti yang lain termasuk alat pembuat senpi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, dari pengungkapan ini Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan mem-back up penuh pengungkapan senjata api (senpi) yang saat ini ditangani oleh Polresta Banyuwangi.

"Nanti di-back up penuh oleh ditreskrimum polda jatim," tambahnya.

Dari pengungkapan ini, keempat tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. "Dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun penjara," pungkas Gatot. (guh/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...