Senin, 17 Mei 2021 22:09

Masih Ada ASN Bekerja Nunggu Juklak, Khofifah Dorong Kerja Cepat, Cerdas, dan Extraordinary

Sabtu, 10 April 2021 05:55 WIB
Editor: mma
Masih Ada ASN Bekerja Nunggu Juklak, Khofifah Dorong Kerja Cepat, Cerdas, dan Extraordinary
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan materi dalam Workshop Pembekalan Nilai-Nilai Integritas dan Inovasi Kepamongprajaan dalam meningkatkan Pelayanan Masyarakat di Pemerintahan Daerah Kab/Kota se-Jatim dengan tema Tantangan Birokrasi di Era New Normal yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Jumat (9/4). foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginginkan pamong praja yang akan dan telah menjadi pemimpin di instansi mereka masing-masing mampu bekerja cepat, cerdas, serta bekerja secara extraordinary. Caranya, lewat lompatan inovasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan birokrasi kepada masyarakat.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, berpesan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berganti channel dari yang selama ini biasa-biasa saja menjadi extraordinary (luar biasa), bekerja cepat, cerdas, dan detail," ungkap Khofifah saat memberikan materi dalam Workshop Pembekalan Nilai-Nilai Integritas dan Inovasi Kepamongprajaan dalam meningkatkan Pelayanan Masyarakat di Pemerintahan Daerah Kab/Kota se-Jatim dengan tema Tantangan Birokrasi di Era New Normal yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Jumat (9/4).

Ia mengatakan, para ASN hari ini masih ada yang bekerja menunggu adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) atau petunjuk teknis (juknis) yang dirasa sangat menghambat inovasi kreativitas birokrasi. Banyaknya obesitas dalam regulasi juga dapat menghambat kinerja birokrasi.

Untuk itu, ASN hari ini harus mampu melompat melalui format-format atau program-program yang produktif dengan memperhatikan aturan atau regulasi yang ada.

BACA JUGA : 

Besok Angkutan Antar Provinsi Beroperasi, Khofifah: Cukup Swab Test Antigen dan Genose

Forkopimda Jatim Ikuti Zoom Meeting Bersama Presiden RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Praktisi Pendidikan Dukung Usaha Pemprov Jatim Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Raih Akreditasi A, Khofifah Berharap ​BPSDM Jatim Bisa Cetak ASN Kompetitif dan Profesional

"Saya melihat di Permendagri ketika para ASN ingin melakukan lompatan inovasi harus segera dilakukan agar harapan Pak Presiden mewujudkan cara kerja extraordinary, cerdas dan cepat bisa tercapai," ungkapnya.

Khofifah, sapaan akrabnya, melihat salah satu cara untuk mewujudkan kinerja cepat, cerdas dan extraordinary adalah lewat perubahan budaya kerja di masing-masing instansi. Ekosistem tersebut menjadi penting dalam mengoptimalkan kerja cepat, cerdas, inovatif dan profesional.

Selain itu, Khofifah juga menegaskan, bagaimana peran kerja tim sangat diperlukan dalam kesatuan birokrasi. Khofifah menyebut, dalam keadaan krisis seperti saat ini hal yang perlu dilakukan adalah kerja super tim.

"Kalau ada pandemi seperti saat ini bukan hanya ranahnya Dinas Kesehatan saja. Terjadinya pelemahan sektor ekonomi, juga sektor pendidikan yang melakukan sistem belajar mengajar secara daring juga harus bisa menyesuaikan. Bahkan backbone ekonomi Jatim saat ini adalah KUMKM yang berbasis online, maka teknologi di birokrasi harus segera disesuaikan," jelasnya.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik menyampaikan perlunya perubahan dalam lingkungan ASN. Menurutnya, hal tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ekonomi akibat pandemi.

"Selaras dengan yang disampaikan Bu Gubernur tadi, bahwa nantinya tulang punggung ekonomi adalah UMKM. Kita harus kembangkan bisnis kecil hingga menengah itu, agar bisa membuat Jatim keluar dari krisis ekonomi pasca pandemi," katanya.

Akmal juga mengatakan, integritas pegawai ASN Pemda tercermin dalam pilar pokok yang harus bisa menegakkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan berwibawa. ASN, menurutnya, merupakan instrumen negara yang harus patuh terhadap setiap pemimpin negara. Maka, keberhasilan dan kegagalan sebuah sistem dalam ASN ditentukan oleh seorang aktor.

"Aktor dalam sistem terbagi dalam beberapa elemen yakni Kepala Daerah dan DPRD, Pimpinan OPD hingga masyarakatnya harus saling mendukung untuk mencapai kinerja efektif guna mencapai pertumbuhan pembangunan yang optimal," jelasnya.

Para ASN, sebut Akmal, sesungguhnya sangat patuh terhadap aturan dan regulasi yang ada. Hal itu bisa dilihat dari pelaksanaan pelayanan publik yang basisnya terhadap regulasi. Termasuk tugas lainnya untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan.

Pihaknya, menyoroti bahwa ASN saat ini ibarat harus bercermin bagaimana prinsip pedagang online yang sedang tren. Kondisi tersebut diperlukannya penerapan transformasi budaya.

"ASN harus berubah untuk merubah ke sistem online lewat transformasi budaya. Sudah saatnya kita berubah dari penjaga toko ke pedagang online dengan modal sosial. Berwirausaha birokrasi harus jalan. Ini dibutuhkan paradigma dan BPSDM Jatim harus segera berbenah," terangnya.

Ia berharap, para ASN bisa melayani sesuai kebutuhan kemajuan zaman dan kebutuhan keinginan pimpinan. Pihaknya menyebut, Gubernur Khofifah merupakan salah satu contoh kepala daerah yang mampu mengkombinasikan dan menjual daerahnya dengan program-program yang menarik lewat media sosial yang dimiliki.

"Kami berharap adanya perubahan seperti pola-pola pendekatan untuk memasarkan daerahnya secara online yang digunakan Ibu Gubernur bisa dilaksanakan pula oleh para ASN dan purna praja kita agar publik mengetahui apa yang telah dilakukan pemimpin kita. Kita sebagai pamong praja harus mendukung program para pemimpin daerah seperti Ibu Gubernur Khofifah," tutupnya.

Hadir dalam peserta workshop sebanyak 130 orang Pejabat JPT Pratama, Camat, Lurah/Pejabat Pengawas Kab/Kota se Jatim. Dan juga peserta online sebanyak 750 orang dari JPT Pratama, Jabatan Administrator, dan Jabatan Pengawas se Jatim. (*).

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Senin, 17 Mei 2021 18:27 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Munculnya buzzer dan influencer dalam media sosial (medsos) mengungkap realitas sosial keagamaan secara telanjang. Fenomena ini terlihat dari konten atau narasi yang diproduksi para buzzer dan influencer. Umpatan kasar...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...