Rabu, 04 Agustus 2021 22:39

Motor vs Pikap, Satu Pengendara Motor Asal Bangilan Tuban Tewas di TKP

Rabu, 07 April 2021 16:39 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Motor vs Pikap, Satu Pengendara Motor Asal Bangilan Tuban Tewas di TKP
Kecelakaan di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, melibatkan pengendara sepeda motor dengan pikap, Rabu (7/4/2021). (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kecelakaan merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tuban. Kali ini, terjadi di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, melibatkan pengendara sepeda motor dengan pikap, Rabu (7/4/2021).

Akibatnya, Choerul Anam (38), pengemudi sepeda motor asal Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban meninggal dunia.

"Korban tewas seketika di lokasi kejadian," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Tuban Ipda Eko Sulistiyo.

Ipda Eko menjelaskan, awalnya korban mengendarai sepeda motor bernomor polisi S 7713 LE yang berjalan dari arah barat dengan kecepatan sedang.

BACA JUGA : 

Masuk Wilayah PPKM Level 3, Kegiatan Ekonomi di Tuban Mulai Dibuka Kembali

Bersama Polres Tuban, UTSG Sukseskan Program Vaksinasi 1 Juta per Hari

Terdampak PPKM, Anggaran Bansos Untuk PKL di Tuban Baru Diusulkan di APBD

Korban KDRT di Tuban Terima Bantuan Motor Roda Tiga dari Baznas

Diduga karena kurang waspada ketika hendak mendahului kendaraan di depannya, sehingga motor korban melaju di lajur kanan. Nahas, pada saat bersamaan melaju pikap bernomor polisi S 9455 HI yang dikemudikan Susning (43), Warga Desa Ngampelrejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban dari arah berlawanan.

"Karena jarak sudah terlalu dekat, kecelakaan sudah tidak bisa dihindari. Dugaan sementara karena korban kurang berhati-hati saat berkendara," imbuhnya.

Selanjutnya, jajaran Satlantas Polres Tuban menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) guna proses evakuasi korban dan meminta keterangan dari beberapa saksi. Sementara kondisi lalu lintas saat itu cukup lengang, dengan cuaca sedang baik.

"Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. Kerugian material ditaksir sekitar Rp5 juta," pungkasnya. (gun/zar)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...