Senin, 10 Mei 2021 05:00

Larangan Mudik Berdampak Pada Pengusaha Agen Tiket dan Asongan Terminal Ngawi

Selasa, 06 April 2021 21:06 WIB
Editor: Revol Afkar Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Larangan Mudik Berdampak Pada Pengusaha Agen Tiket dan Asongan Terminal Ngawi
Suasana Terminal Kertonegoro Ngawi yang lengang.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah memberlakukan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini dikeluhkan para pengelola agen tiket yang membuka lapak di area Terminal Kertonegoro, Ngawi.

Pasalnya, lebaran tahun lalu mereka telah merasakan larangan mudik, sehingga tidak bisa berjualan tiket. Otomatis, tak mendapat penghasilan. Tahun ini, dipastikan mereka mengalami nasib serupa, setelah pemerintah mengumumkan larangan mudik pada lebaran idul fitri.

"Kita sangat terpukul sekali dengan adanya larangan mudik. Tahun kemarin sudah dilarang, dan sekarang dilarang kembali," keluh Wakidi, salah satu pemilik agen tiket bus.

Hal senada juga dikeluhkan Henri, pemilik agen tiket Bus SAN. Ia mengatakan, larangan mudik tahun ini layaknya hantaman badai dalam mencari rezeki. Padahal, hanya saat lebaran atau musim mudiklah mereka dapat merasakan "panennya" sebagai penyedia tiket.

BACA JUGA : 

Forkopimda Jatim Lakukan Pengecekan Surat-surat Pemudik di Exit Tol Ngawi

Penyekatan Hari Keempat, Pemudik Mulai Berkurang

Paguyuban Sopir di Kediri Dukung Warga Tidak Mudik

Jelang Lebaran, Smamda Sidoarjo Bagikan Ratusan Bingkisan ke Warga Sekitar Sekolah

"Kita dapat hasil maksimal saat terjadi mudik. Lebaran kemarin kita sudah tidak dapat bekerja. Padahal kita juga tidak menerima bantuan atau kompensasi apapun dari pemerintah," cetus Henri.

Ia berharap, pemerintah juga memperhatikan kalangan penjual tiket bus. "Kalau bisa dari pemerintah tidak melarang mudik. Tetapi bagi pemudik harus menyiapkan persyaratan misalnya rapid test atau antigen. Dengan adanya larangan, otomatis dari pihak angkutan juga akan mengurangi armadanya untuk jalan," jelasnya.

Tidak hanya agen tiket yang terdampak dari larangan mudik. Komunitas yang ada di dalam Terminal Kertonegoro, seperti para pedagang asongan, juga sangat terdampak kebijakan tersebut.

"Kalau dampak yang merasakan bukan hanya penjual tiket bus saja, para asongan dan tukang ojek atau becak yang biasa di terminal akan berkurang penghasilannya," terang Imron Hariyadi, kepala Terminal Kertonegoro Ngawi saat ditemui BANGSAONLINE.com. (nal/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...