Rabu, 12 Mei 2021 03:29

Datangi Polres, PWI Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Atas Penganiayaan Terhadap Wartawan Tempo

Rabu, 31 Maret 2021 16:55 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Ahmad Fuad
Datangi Polres, PWI Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Atas Penganiayaan Terhadap Wartawan Tempo
Para wartawan anggota PWI Pasuruan saat menggelar demo di mapolres setempat mengecam kekerasan terhadap wartawan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan anggota PWI Pasuruan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Pasuruan, Jl. Gajah Mada dan Makodim 0819 Pasuruan, Jl. Veteran, Rabu (31/3).

Para kuli tinta yang terdiri dari media cetak, online, TV, dan radio ini berangkat dari kantor PWI Pasuruan di Alun-Alun Utara.

Sambil membawa poster, mereka menyuarakan keprihatinan atas penganiayaan yang dialami Nurhadi, jurnalis majalah Tempo. Bahkan, Nurhadi diancam dibunuh. 

“Pakai Otak, Jangan Pakai Dengkul”, ” Kalau Bersih, Jangan Risih”, “Pakai Nalar, Jangan Kasar”, “Jangan Lagi Ada Kekerasan Terhadap Wartawan”, demikian bunyi sejumlah poster yang dibawa para wartawan.

BACA JUGA : 

Wartawan Bangkalan Minta Kapolda Jatim Mundur, Jika Tak Bisa Tuntaskan Kasus Penganiayaan Jurnalis

Kapolda Jatim Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Penganiayaan Wartawan Tempo

PWI Ngawi Kecam Aksi Kekerasan terhadap Jurnalis

Buntut Insiden Kekerasan terhadap Jurnalis Tempo, Puluhan Wartawan di Probolinggo Gelar Aksi Demo

Dalam aksinya, PWI Pasuruan mendesak pelaku penganiayaan terhadap Nurhadi, diusut dan diproses hukum.

“Sekarang sudah bukan zamannya lagi main kekerasan. Kami dari insan pers, berpedoman pada UU Pers. Ketika Nurhadi meliput, dia sedang melakukan tugas jurnalistiknya. Ingin mengonfirmasi tersangka korupsi. Ini bagian dari tugas jurnalistik, agar informasi valid. Tapi justru mendapat perlakuan kasar, bahkan mengarah ke pidana. Jelas pelakunya harus diproses hukum,” ujar Djoko Hariyanto, Ketua PWI Pasuruan.

Usai orasi, Djoko Hariyanto menyerahkan surat pernyataan sikap terhadap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman. Setelah itu mereka bergeser ke Makodim 0819 di Jalan Veteran.

Di makodim, puluhan wartawan berkumpul dan langsung masuk untuk menyerahkan surat pernyataan sikap. Kodim turut menjadi tempat aksi wartawan, karena insiden penganiayaan itu diduga juga melibatkan oknum. (afa)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 11 Mei 2021 06:09 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mengagetkan banyak pihak. Terutama karena itu terkenal sebagai pengusaha kaya raya. Bahkan mengaku punya 36 perusahaan.Tapi Dahlan Iskan mengaku kaget dan tidak kaget? Kena...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...