Jumat, 23 April 2021 09:22

​Kerukunan Silaturahmi Orang-Orang Papua Jatim Dukung Pelaksanaan Otsus Jilid II

Rabu, 24 Februari 2021 10:29 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Anatasia Novarina
​Kerukunan Silaturahmi Orang-Orang Papua Jatim Dukung Pelaksanaan Otsus Jilid II
Kerukunan Silaturahmi Orang-Orang Papua Jatim Dukung Pelaksanaan Otsus Jilid II. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Papua yang tergabung dalam Kerukunan Silaturahmi Orang-Orang Papua Jatim mendukung Otonomi Khusus (Otsus). Hal tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap, di salah satu rumah makan di kawasan Gayungan, Surabaya, Selasa (23/2/2021) kemarin.

Sebelumnya, Otsus Jilid I sudah dilakukan, dan masyarakat Papua telah merasakan perkembangannya serta perhatiannya dari pemerintah. Namun, masyarakat Papua mencium aroma nepotisme dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, mereka berharap dalam pelaksanaan Otsus Jilid II nanti, tidak lagi ada aroma negatif, dan masyarakat Papua bisa merasakan perkembangan daerahnya dengan maksimal.

Dukungan itu disampaikan melalui pernyataan sikap yang dilakukan oleh masyarakat Papua yang tergabung dalam Kerukunan Silaturahmi Orang-Orang Papua Jatim. Pernyataan tersebut ada lima poin, di antaranya yakni pertama mendukung pelaksanaan Otsus Papua Jilid II dalam rangka percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Papua dan Papua Barat

Kedua, Otsus Papua Jilid II merupakan program pemerintah yang harus didukung demi meningkatkan pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan perkembangan infrastruktur, agar Papua menjadi provinsi yang maju dan setara dengan daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA : 

Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasi Safety Riding dan Terbitkan SIM bagi Mahasiswa Papua

Dua Warga Papua di Ngawi Terima SIM Gratis dari Kapolres

Polres Kediri Kota Luncurkan Program Orang Tua dan Anak Asuh Pelajar Papua

Perayaan Natal di Pedalaman Deiyai, Papua Berjalan Kondusif

Ketiga, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota se-Papua agar profesional dan transparan dalam pengelolaan penggunaan dana Otsus Papua Jilid II serta tidak KKN dalam penentuan sasaran penerima Otsus Jilid II, khususnya pendidikan untuk anak-anak Papua dan Papua Barat serta anak-anak Papua di perantauan.

Keempat, mendorong pemerintah untuk segera mengaudit program Otsus Papua Jilid I, agar masyarakat Papua dapat mengetahui penggunaan dananya apakah tepat sasaran atau tidak, karena program Otsus Jilid I hanya dirasakan oleh orang-orang tertentu saja.

Kelima, mendesak pemerintah pusat agar membentuk lembaga independen untuk pendampingan dan pengawasan program Otsus Papua Jilid II agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

Robert. Y. Korwa, Sesepuh Masyarakat Papua mengatakan, Otsus ini harus didukung karena ini merupakan program pemerintah yang harus dilaksanakan, walaupun dia menganggap masyarakat Papua belum pernah merasakan langsung.

"Kalau menurut saya Otsus ini program pemerintah yang harus didukung, supaya bisa membantu masyarakat kita yang berada di Papua dan Papua Barat, termasuk kami juga yang berada di perantauan. Karena selama ini Otsus itu tidak pernah kami rasakan secara langsung kalo dibandingkan dengan Papua," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Freek Christian, Sesepuh Masyarakat Biak, Papua. Dia mengaku Otsus ini sangat membantu masyarakat Papua, dan diharapkan Otsus ini bisa dirasakan oleh masyarakat Papua dari pelosok daerah di Papua.

"Otsus ini sangat penting dan sangat membantu masyarakat di Papua, di mana semua ikut merasakan segala sesuatunya itu dari Otsus, mungkin pelaksanaannya yang kami harapkan ini bisa diterima oleh masyarakat kecil, di pelosok-pelosok daerah Papua, sehingga mereka bisa menikmati adanya Otsus ini," jelasnya.

Lebih lanjut, Christian memohon kepada pemerintah agar pelaksanaan Otsus ini bisa dimonitor secara baik, sehingga masyarakat Papua bisa merasakan itu semua. "Bahwa kita adalah bagian dari keluarga Papua dan Papua Barat yang sudah layak dan pantas sama-sama mendapat bagian dari otonomi ini," tambahnya.

Bram Asmuruf menambahkan, Otsus ini banyak manfaatnya bagi masyarakat Papua, jika dibandingkan Papua yang dahulu dengan Papua yang sekarang, perbandingannya sangat jauh sekali, namun untuk pelaksanaannya harus lebih dievaluasi, sehingga pelaksanaannya bisa lebih maksimal.

"Otsus ini banyak manfaatnya, tetapi sayangnya banyak yang tidak mencapai sasaran, dan pelaksanaan jilid dua ini bisa lebih dievaluasi pelaksanaannya, sehingga bisa baik, bermanfaat, dan mencapai sasaran," jelasnya. (ana/zar)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...