Selasa, 20 April 2021 04:39

Belum Dapat BAP, Kuasa Hukum Minta Kejari Segera Gelar Pemeriksaan terhadap Camat Duduksampeyan

Rabu, 17 Februari 2021 16:21 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Belum Dapat BAP, Kuasa Hukum Minta Kejari Segera Gelar Pemeriksaan terhadap Camat Duduksampeyan
Andi Fajar Yulianto, S.H., C.TL. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Andi Fajar Yulianto, S.H., C.TL., Kuasa Hukum Camat Duduksampeyan Suropadi terus mendesak penyidik Kejari Gresik agar segera memeriksa kliennya yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Lapas Kelas II Banjarsari Kecamatan Cerme atas kasus dugaan korupsi anggaran kecamatan tahun 2017, 2018, dan 2019.

Hal ini diungkapkan Fajar saat ditanya BANGSAONLINE.com terkait keberatannya dengan langkah penyidik kejari yang tiba-tiba menahan kliennya setelah hanya diminta menjawab 6 pertanyaan.

"Saya selaku kuasa hukum Suropadi patut mempertanyakan sikap penyidik kejari yang menahan klien kami setelah hanya mendapatkan 6 pertanyaan," katanya, Rabu (17/2/2021).

"Sementara saya selaku kuasa hukum saat mendampingi tersangka belum tahu materi pokok perkara klien saya saat pemeriksaan," sambungnya.

BACA JUGA : 

KPK Belum Tentukan Tersangka Kasus Korupsi PDAM Gresik, Tunggu Jumat Keramat?

Selain PDAM, Sejumlah Anggota DPRD Gresik Periode 2009-2014 dan 2014-2019 Diduga Masuk Radar KPK

KPK Dalami Dugaan Luberan Uang Kerja Sama ke Parpol, Begini Tanggapan Dirut PDAM Gresik

Usai Dipanggil KPK, Mantan Dirut PDAM Gresik Muhammad, Susah Dihubungi

Oleh karena itu, Fajar berharap penyidik kejaksaan segera memeriksa kliennya dalam kapasitas tersangka. "Kami berharap penyidik kejari segera memeriksa klien kami dalam kapasitas tersangka untuk materi pokok perkara, karena kami masuk sebagai penasihat hukum (PH) saat sudah ditetapkan tersangka," terangnya.

Fajar mengungkapkan bahwa sebelum kliennya ditahan, dirinya mendampingi kliennya memenuhi panggilan kedua. Ketika itu, kata dia, penyidik hanya mengajukan 6 pertanyaan, antara lain terkait aset apa saja yang dimiliki kliennya.

"Sehingga, menurut saya konstruksi pertanyaan ini adalah lazimnya pertanyaan pada pemeriksaan tambahan, padahal pokok materi belum diperiksa. Artinya kami sebagai penasihat hukum belum mengerti apa yang disangkakan oleh penyidik kejaksaan terhadap klien saya," ungkapnya.

"Fakta ini menurut saya bahwa mekanisme SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan perkara yang tidak runtut diterapkan oleh penyidik," imbuhnya.

Sejauh ini, lanjut Fajar, dirinya juga belum mendapatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan). "Sejauh ini saya hanya tahu info dari media, bahwa hal yang menimpa klien kami adalah korupsi. Untuk itu, kami coba dalam waktu dekat mendatangi kantor Inspektorat dan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) untuk klarifikasi apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya.

Ditegaskan Fajar, langkah tersebut akan dilakukannya jika penyidik tak mau memberi tahu. "Saya selaku kuasa hukum akan klarifikasi kepada APIP atau Inspektorat Gresik untuk mencari tahu apa duduk perkara yang membelit klien saya. Sebab, dari informasi yang kami dapat, bahwa inspektorat menemukan adanya kerugian hingga Rp1 miliar dalam kasus dugaan korupsi APBD 2017, 2018, dan 2019 di Kecamatan Duduksampeyan. Ini yang akan saya cari tahu kebenarannya, karena kami masih buta," pungkasnya. (hud/zar)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...