Senin, 01 Maret 2021 14:48

Diduga Stres, Pemuda Rembang Bunuh Adik Kandung Pakai Cangkul

Senin, 25 Januari 2021 20:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Andy Fachrudin
Diduga Stres, Pemuda Rembang Bunuh Adik Kandung Pakai Cangkul
Proses penangkapan pelaku jadi tontonan warga.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Warga Dusun Jati Desa Pandean Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan digegerkan pembunuhan seorang pemuda warga setempat bernama Musyafir (25 tahun), Senin (25/01) pagi. Pembunuhan itu dilakukan oleh Mustofa (40 tahun), yang tak lain kakak kandung korban, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pembunuhan tersebut dilakukan saat korban sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba pelaku datang membawa cangkul yang langsung dipukulkan ke bagian muka korban hingga meninggal seketika.

Mendengar adanya keributan, Poniah, ibu korban, langsung mendatangi kamar Musyafir dan mendapati putranya sudah tergeletak tak bernyawa. Setelah kejadian tersebut, pelaku kabur meninggalkan rumah.

Menurut keterangan Nur Hasan, Kasun Jati Desa Pandean saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Mustofa selama ini dikenal memiliki gangguan kejiwaan. Pelaku pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sumber Porong Kecamatan Lawang, Malang, selama 3 kali, tepatnya tahun 2017 dan tahun 2018.

"Mustofa pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sumber Porong, Lawang, akan tetapi yang ketiga kali melarikan diri dari rumah sakit jiwa," ungkap Nur Hasan.

Belum diketahui persis apa motif pembunuhan yang menggegerkan warga Desa Pandean tersebut. Namun pelaku sudah berhasil ditangkap petugas dengan dibantu warga saat melarikan diri usai menghabisi adik kandungnya.

"Korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Wajah remuk akibat benturan keras cangkul yang digunakan pelaku saat menghabisi korban," tambah Nur Hasan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda S.I.K. saat dikonfirmasi di ruang Kerjanya mengatakan pihaknya belum bisa memastikan motif pembunuhan, karena masih pendalaman.

"Kita masih mendalami apa motifnya. Dan kita belum bisa memberikan keterangan karena nunggu surat dari rumah sakit jiwa. Karena info sementara dari pihak keluarga atau warga setempat, (pelaku, red) mengalami gangguan jiwa," tegas Adrian kepada BANGSAONLINE.com. (maf/par/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...