Senin, 01 Maret 2021 08:19

​Banyak Sorotan, Kepala DKPP Kabupaten Pasuruan Minta BPKP Audit Proyek SPAM

Kamis, 14 Januari 2021 18:25 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
​Banyak Sorotan, Kepala DKPP Kabupaten Pasuruan Minta BPKP Audit Proyek SPAM
Proyek SPAM Offtake Rembang, Pasuruan. (foto: ist)

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Pasuruan Ir. Hari Aprianto akhirnya angkat bicara terkait banyaknya sorotan minor atas amburadulnya pelaksanaan proyek SPAM di Rembang dan Beji, Pasuruan.

Menurutnya, proyek tersebut digulirkan oleh Pemkab Pasuruan pada tahun 2020 lalu dengan total anggaran miliaran rupiah. Ada tiga titik proyek SPAM, yakni di Rembang sebesar Rp 13,1 miliar, Gempol Rp 5 miliar, dan Beji Rp 4 miliar.

"Dari tiga paket pekerjaan tersebut, hanya SPAM Gempol saja yang sudah rampung 100 persen, sedangkan sisanya hanya mampu diselesaikan 50 persen saja hingga batas waktu pengerjaan pada 28 Desember lalu," ujarnya, Kamis (14/1/2021).

"Agar dana DAK tersebut tidak ditarik ke pusat, dinas mengajukan permohonan ke KPN Malang agar dana tersebut tidak ditarik ke pusat, sehingga di tahun 2021 pekerjaan bisa dilanjutkan lagi," sambungnya.

Dia menambahkan, bahwa dua rekanan telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan dua proyek sampai 16 Februari 2021 nanti, dengan catatan mereka juga menerima denda keterlambatan atas belum rampungnya pekerjaan tersebut. Denda untuk proyek Rembang Rp 13 juta per hari, dan Beji Rp 3 juta per hari.

"Jika sampai batas waktu yang diberikan mereka tidak juga bisa merampungkan pekerjaan, maka sanksi yang akan diterima cukup berat, yakni di-blacklist yang artinya selama 5 tahun tidak bisa mengikuti proses tender," jelasnya.

Sementara ketika disinggung soal item pasir uruk yang tidak dipasang oleh rekanan, Hari Aprianto menjelaskan jika item tersebut memang tidak ada di dokumen kontrak.

"Pihak rekanan dalam penanganan bekas galian pipa tetap menggunakan bekas galian,  kemudian dilakukan pemadatan menggunakan alat," terangnya.

Ia mengakui telah berkali-kali mendapat laporan dari aktivis serta masyarakat imbas dari molornya dua proyek tersebut. Bahkan, para aktivis itu mencurigai jika dinas ikut bermain dalam proyek tersebut hingga berujung pada laporan ke penegak hukum.

"Saya sudah meminta kepada BPKP untuk mengaudit dua proyek dan turun ke lapangan," pungkasnya. (bib/par/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Namanya I-NoseDalam tulisan edisi Senin,1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose,...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...