Sabtu, 31 Juli 2021 02:55

​Prof KH Imam Ghazali: Harun Yahya Liberal dan Ndablek, Pernah Nulis di Majalah Santri

Rabu, 13 Januari 2021 20:14 WIB
Editor: MMA
​Prof KH Imam Ghazali: Harun Yahya Liberal dan Ndablek, Pernah Nulis di Majalah Santri
Harun Yahya bersama para kittens alias anak kucing .foto: Hurriyet Daily News/ detik.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. mengaku mengenal Harun Yahya sejak tahun 90-an. Tapi ia sebatas kenal, tidak mendalam. Ia menilai Harun Yahya yang kini dijatuhi hukuman 1.075 tahun penjara oleh pengadilan Turki itu adalah sosok yang liberal dan ndablek. 

“Dulu pernah ngirim tulisan ke Majalah Santri RMI. Ya, tahun 1997, ” kata Kiai Imam Ghazali Said kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (14/1/2021) sore. Hanya saja saat itu, Harun Yahya belum terlibat skandal kejahatan seperti sekarang. Saat itu ia masih dikenal sebagai cendekiawan. 

Pada tahun 1997 itu, Kiai Imam Ghazali Said tercatat sebagai Sekretaris PW Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Jawa Timur. RMI adalah lembaga asosiasi pondok pesantren di bawah Nahdlatul Ulama (NU).

Pada tahun 1997 itu RMI Jatim menerbitkan majalah bernama Santri. Majalah ini banyak menulis tentang pesantren dan Islam, terutama dalam perspektif Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja). Ternyata ada utusan Harun Yahya mengantar tulisan ke majalah yang dikelola RMI itu.

BACA JUGA : 

Hati-hati dengan Nazar, Begini Konsekuensi Hukumnya Ketika Tak Bisa Memenuhi

Menarik Kembali Pernyataan Hibah yang Sudah Terucap, Bolehkah?

Menjual Daging atau Kulit Binatang Kurban, Bolehkah Kiai?

Ketika Saya Sedang Emosi Tinggi Menceraikan Istri, Sahkah?

“Tulisannya dalam bahasa Inggris, tapi sudah ada orangnya yang menerjemahkan,” kata Kiai Imam Ghazali Said yang pengasuh Pesatren Mahasiswa (Pesma) An-Nur Wonocolo Surabaya.

(Harun Yahya saat diborgol. foto: anadolu agency/ tribunnews.com)

Tulisan itu diantar oleh orang Indonesia. Ia menduga, Harun Yahya punya orang atau semacam agen di Indonesia. Si agen inilah yang terus menyosialisasikan pemikiran Harun Yahya di Indonesia. Buktinya, ada orang Indonesia yang mengantar tulisan Harun Yahya ke Majalah Santri.

Bahkan, menurut Kiai Imam Ghazali Said, orang Indonesia yang bersimpati pada Harun Yahya itu tidak hanya mengantar tulisan. Tapi berusaha melobi pengelola Majalah Santri agar tulisan-tulisan Harun Yahya dimuat. “Ya intinya ingin tulisannya dimuat,” kata Kiai Imam Ghazali. 

Karena pemikiran dan tulisannya saat itu bagus akhirnya dimuat di Majalah Santri. Kini Majalah Santri itu sudah tak terbit. Tapi Kiai Imam Ghazali Said mengaku masih menyimpan Majalah Santri yang memuat tulisan Harun Yahya itu. 

Pada tahun 2011, Kiai Imam Ghazali Said pergi ke Turki. Saat itulah ia mendengar tentang track record Harun Yahya. “Cerita-cerita orang di Turki, Harun Yahya kurang baik,” jelasnya. Bahkan orang-orang Turki yang sempat bertemu dengan Kiai Imam Ghazali Said menilai Harun Yahya ndablek.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya itu mengakui bahwa Harun Yahya adalah pemikir. Menurut dia, pemikirannya juga bagus. “Tapi ndableknya itu,” kata Kiai Imam Ghazali Said sembari tertawa.

Menurut Kiai asal Sampang Madura yang pernah kuliah di Unviersitas Al-Azhar Mesir dan Universitas Khortum Sudan itu, citra Harun Yahya tidak baik. “Dia kan punya usaha, katanya juga punya night club,” katanya.

Lalu bagaimana corak pemikirannya? “Ya liberal,” katanya.

(Harun Yahya alias Adnan Oktar bersama para kittens. foto: hurriyetdailynews.com)

Seperti diberitakan, Pengadilan Turki menjatuhkan hukuman 1.075 tahun penjara kepada Adnan Oktar yang pupuler dengan nama Harun Yahya karena terbukti melakukan pemerkosaan, Selasa (13/1/2021). Ia ditangkap dan diadili bersama 236 pengikutnya.

Semula Harun Yahya bernama Adnan Oktar. Ia lahir di Ankara, Turki, 2 Februari 1956. Tapi populer dengan nama Harun Yahya. Nama Adnan Oktar kemudian terkenal sebagai nama sekte yang dipimpinnya.

Wikipedia menyebut Harun Yahya adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi. Darwinisme dianggap sebagai sumber terorisme.

Ironisnya, di balik kejahatan penganiayaan dan pemerkosaan terhadap banyak wanita, Harun Yahya memproduksi video dan buku tentang agama Islam. Bahkan di antaranya beredar di Indonesia.

Harun Yahya juga sempat dijuluki sebagai cendekiawan dan pendakwah. Padahal dalam setiap show ia selalu didampingi sejumlah wanita seksi dan berpakaian minim. Wajah wanita-wanita cantik yang mengelilingi itu mirip semua sehingga disebut kittens yang artinya anak kucing. (MMA)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...