Senin, 01 Maret 2021 08:42

​Komisi B Selidiki Kelangkaan Kedelai di Jatim

Rabu, 06 Januari 2021 20:30 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
​Komisi B Selidiki Kelangkaan Kedelai di Jatim
Mahdi, S.E., S.H., Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kelangkaan kedelai di Jawa Timur membuat resah masyarakat. Pasalnya, kedelai menjadi bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe yang selama ini menjadi sumber asupan protein masyarakat yang murah meriah. Praktis, saat ini tahu tempe seolah hilang di pasaran.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari wakil rakyat di DPRD Jawa Timur. Bahkan, Pimpinan Komisi B, Mahdi akan menyelidiki kelangkaan kedelai di Jawa Timur. Karena itu, pihaknya akan menggali informasi dari dinas terkait, maupun petani kedelai untuk mencari sumber masalahnya.

"Kami akan selidiki kelangkaan kedelai ini. Apakah karena faktor cuaca sehingga panen gagal, atau karena ada permainan, sehingga kedelai hilang di pasaran. Karena itu, kami akan panggil dinas terkait," tegas Politikus PPP yang akrab disapa Habib Mahdi itu, Rabu (6/1/2021).

Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Jatim ini menyebut, dinas terkait yang akan dipanggil adalah dinas pertanian dan ketahanan pangan, serta dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag). Kedua dinas itu adalah mitra kerja Komisi B.

Mahdi melanjutkan, informasi dari dinas pertanian dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat produksi petani kedelai. Sedangkan disperindag informasinya dibutuhkan terkait tata niaga kedelai, termasuk pasokan kedelai impor.

"Dengan menggali informasi dari dua dinas terkait itu, saya kira permasalahannya bisa kita ketahui. Dengan begitu solusi terbaik bisa didapat," imbuh anggota DPRD Jatim 3 periode itu.

Anggota dewan asal daerah pemilihan Pasuruan dan Probolinggo ini mewanti-wanti agar kelangkaan kedelai tidak menjadi alasan untuk membuka keran impor atau menambah kuota impor kedelai. Menurutnya, itu solusi instan tapi merugikan petani.

Menurut Mahdi, dengan bertambahnya pasokan impor, tentu petani yang dirugikan karena harga kedelai lokal menjadi anjlok. Dia berharap tidak perlu ada opsi impor untuk mengatasi kelangkaan kedelai.

"Kasihan petani kalau sampai impor kedelai dilakukan. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini," pungkas Mahdi. (mdr/zar)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Namanya I-NoseDalam tulisan edisi Senin,1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose,...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...