Minggu, 07 Maret 2021 12:41

​Gandeng Eks Jubir KPK dan Mantan Aktivis ICW, MA Gugat Hasil Pilwali Surabaya 2020

Kamis, 17 Desember 2020 20:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Gandeng Eks Jubir KPK dan Mantan Aktivis ICW, MA Gugat Hasil Pilwali Surabaya 2020
Machfud Arifin didampingi Mujiaman memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana melayangkan permohonan gugatan sengketa Pilwali Surabaya ke MK. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pasangan nomor urut 2, Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno (Maju) menolak hasil Pilwali Surabaya 2020 karena disinyalir banyak kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Karena itu, pasangan ini akan melayangkan gugatan sengketa Pilwali Surabaya ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Keseriusan langkah Machfud Arifin (MA) itu ditunjukkan dengan menggandeng eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah dan mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz sebagai kuasa hukum. Selain itu, ada juga M. Soleh, pengacara asal Surabaya yang berpengalaman beracara di MK.

“Saya akan buktikan (kecurangan Pilwali Surabaya) di MK. Ini perjuangan. Perjuangan belum selesai, belum berakhir. Kita ikuti sampai ke gugatan MK,” tegas Machfud di posko pemenangan, Jl Basuki Rakhmad, Kamis (17/12/20).

Mantan Kapolda Jatim ini menyebut, apa yang diperjuangankan ini adalah bentuk tanggung jawabnya kepada sekitar 451.000 lebih pemilihnya di Pilwali Surabaya.

“Kita secara kasat mata ingin menguji, mencari kebenaran dalam proses pilwali kemarin,” kata purnawirawan jenderal polisi bintang dua tersebut.

Donal Fariz, kuasa hukum Machfud Arifin - Mujiaman mengungkapkan, pihaknya mendapati sejumlah temuan yang utama dan fundamental terkait kecurangan di Pilwali Surabaya. Donal menyebut adanya mesin birokrasi dan kepentingan alokasi anggaran (APBD) yang menguntungkan pasangan calon tertentu.

Selain itu, ia menyoroti penegakkan hukum atau electorald justice macet selama Pilwali Surabaya. Padahal banyak temuan dan laporan pelanggaran pilwali yang bersifat administrasi hingga pidana pemilu yang tidak ditindaklanjuti dengan cepat dan benar oleh penyelenggara pemilu.

"Akumulasi kecurangan itu membuat pilwali berjalan dengan tidak fair. Dampaknya tentu kepada hasil. Kami yakin perkara ini bisa bergulir di Mahkamah Konstitusi karena ada PMK 6/2020 yang membuka ruang pemeriksaan angka-angka selisih suara tidak lagi di awal dalam proses dismissal," urai Fariz.

Sementara itu, pleno rekapitulasi suara KPU Surabaya menetapkan perolehan suara pasangan nomor urut 1, Eri Cahyadi - Armuji (Erji) 597.540 suara. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Machfud Arifin - Mujiaman Sukirno (Maju) 451.794 suara. (mdr/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 07 Maret 2021 10:03 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kali ini Dahlan Iskan, wartawan kondang itu, menulis tentang ambisi Tiongkok menjadi negara nomor 1 di dunia. Mengalahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2035. Termasuk mencaplok Taiwan. Dengan cara kekerasan sekalipun.Un...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...