Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono (kemeja putih), Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji (baju batik), dan Sunarno Edi Wibowo (kemeja hitam).
Tentang kondisi pers di Sidoarjo, Bowo menilainya luar biasa. Sama-sama sedang menggelar Pilkada, Sidoarjo dan Surabaya bagai bumi dan langit. Di Sidoarjo semua berjalan adem ayem, sementara Surabaya terkesan sangat panas kondisi politiknya.
“Tidak bisa dipungkiri, media sangat berperan terhadap kondisi ini,” tukasnya.
Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono juga hadir sebagai narasumber dalam sarasehan ini. Menurutnya, kondisi Sidoarjo yang tetap aman sejauh ini menjadi bukti bahwa media berperan positif pada pelaksanaan Pilkada Sidoarjo 2020.
“Semua tahapan, seperti pengundian nomor urut, debat publik, hingga kampanye semuanya berjalan kondusif. Tidak ada gesekan. Dan tidak nampak juga ada media mainstream yang dimanfaatkan calon untuk menyerang calon lain,” urai Cak Hud, panggilan Hudiyono.
Berulang kali, Hudiyono menyampaikan terima kasih kepada para wartawan yang tergabung dalam Forwas. Menurutnya, media di Sidoarjo berhasil menjaga marwahnya. Fungsinya terasa. Baik informatif, jadi kontrol, hingga mampu berjalan beriringan dengan program pemerintah.
"Ya ini yang kami inginkan, bisa bertemu ngobrol enak, diskusi, tapi tetap ada tujuan yang tercapai," ujar Hudiyono.

Sinergi untuk mensukseskan pilkada menjadi yang utama selama ini. Apalagi, salah satu tugas utama dari Gubernur Jatim untuk Hudiyono adalah mensukseskan pelaksanaan Pilkada Sidoarjo.
"Ke depan, program lain banyak yang siap untuk disinergikan. Karena apa yang kami lakukan hanya akan terlihat kecil dan tidak diketahui masyarakat, jika tanpa peran media," pungkasnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




