Senin, 25 Januari 2021 06:04

​Warung Gocel Rp 3 Ribu per Porsi, Laris Manis, Sehari Habis 70 Kg Beras

Senin, 09 November 2020 11:26 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
​Warung Gocel Rp 3 Ribu per Porsi, Laris Manis, Sehari Habis 70 Kg Beras
Kunyati dibantu anaknya, saat melayani pembeli. foto: muji harjita/ bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bila kebetulan lewat Jalan Raya Jurusan Pare - Plosoklaten - Wates - Blitar atau sebaliknya, pasti akan melewati Dusun Duluran, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Di Dusun Duluran ini, tepat di sisi timur jalan raya, ada Warung Nasi Pecel-Tumpang. Namanya Warung Gocel (Sego Pecel). Milik Mbok Boini, 65 tahun. Harganya sangat murah, Rp. 3.000 per porsi, lengkap dengan lauk tahu dan tempe. Bila ingin teh atau kopi, cukup menambah uang Rp. 1.000,- saja.

Berada di utara TPK (Tempat Penimbunan Kayu) milik Perhutani Desa Gedangsewu, warung nasi pecel atau juga disebut gocel (sego pecel) itu buka mulai pukul 04.30 WIB. Tapi pukul 09.00 WIB, gocelnya sudah ludes. Banyak calon pembeli yang tak kebagian, bila datangnya lewat jam 09.00 WIB.

Kunyati, menantu Mbok Boini yang meneruskan usaha warung gocel, mengatakan warung ini sudah ada sejak 35 tahun lalu. Dari harga Rp. 150 per porsi sampai sekarang Rp. 3.000 per porsi. Karena Mbok Boini sudah tidak kuat berdiri lama, maka yang harus melayani pembeli adalah Kunyati, dibantu oleh anak dan menantunya.

"Kami banyak melayani teman-teman buruh pabrik yang ada di Gedangsewu ini. Tapi juga tidak sedikit, para pengguna jalan yang mampir. Bahkan ada yang datang dari luar kota, khusus hanya untuk membuktikan saja," kata Kunyati, Senin (9/11).

Menurut Kunyati, dalam sehari, 70 kg beras harus disiapkan. Bahkan kalau hari minggu harus ditambah lagi, karena banyak pembeli dari luar kota yang mampir ke warungnya.

Ditanya terkait pandemi Covid-19, Kunyati mengakui awalnya pembeli memang agak berkurang, karena warung utama tidak boleh buka. Tapi para pembeli tetap dilayani di belakang, dan setiap pembeli harus pakai masker. "Tapi kalau pas lagi makan, maskernya tentu harus dilepas," ujar Kunyati sambil tertawa.

Ketika Pemerintah memberi kelonggaran bisa membuka warung lagi, meski harus menerapkan protokol kesehatan, menurut Kunyati, warungnya jadi ramai lagi. Meski harus antre, pembeli tetap sabar menanti menunggu giliran dilayani.

"Kami hanya bisa berharap, semoga pandemi ini segera berakhir, agar kami bebas berjualan seperti dulu," ujar istri Suryadi, Ketua Paguyuban Sepeda Tua "Koundang" Gedangsewu itu.

Fitri, salah satu pembeli, mengatakan bahwa awalnya dirinya mengetahui ada warung nasi pecel murah meriah ini dari suaminya. Sedang suaminya tahu dari temannya.

"Karena penasaran, maka saya dan suami datang ke warung Mbok Boini untuk membuktikan. Ternyata memang benar, harganya murah meriah dan rasanya juga enak. Tapi ya harus sabar, karena banyak pembeli yang antre," kata Fitri yang mengaku berasal dari Kota Kediri atau sekitar 25 km jaraknya dari warung Mbok Boini di Kota Pare ini. (uji)

(Fitri dan suaminya, sedang menikmati gocel di warung Mbok Boini. foto: Muji Harjita/ bangsaonline.com)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...