PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Bencana banjir yang melanda dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan yakni Kacamatan Beji dan Gempol, hingga kini belum juga surut. Ribuan rumah warga di dua wilayah langganan banjir tersebut hingga kini masih tergenang air dengan ketinggian bervariatif, 20-40 cm.
Untuk mengetahui langsung kondisi warga yang terdampak banjir, Wakil Bupati Pasuruan KH. Mujib Imron bersama OPD terkait melakukan peninjuan ke lokasi banjir di beberapa desa, Selasa (3/11). Di antaranya Desa Cangringmalang dan Desa Gempol.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Aktivis Soroti Banjir Pasuruan, Desak Gubernur Jatim Keluarkan Moratorium Izin Tambang
- Dikunjungi Kepala BNPB, Wabup Pasuruan Sampaikan Kondisi Banjir, 150 Hektare Terancam Gagal Panen
- Tinjau Banjir Pasuruan, Gubernur Khofifah Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyalurkan bantuan mi instan, nasi bungkus, dan roti ke warga terdampak. "Bantuan yang kita berikan ke warga terdampak banjir merupakan urunan dari OPD seluruh Kabupaten Pasuruan," jelasnya.
Orang nomor dua di Kabupaten Pasuruan juga menyalurkan bantuan yang sama kepada dua desa lainnya, yakni Desa Kedungboto dan Kedungringin. Untuk penyerahan simbolis kepada masing-masing kepala desa, jajaran Muspika mulai Camat, Polsek, Koramil Beji juga ikut mendampingi dalam kegiatan kemanusian tersebut.
Menurut Camat Beji Taufikul Ghoni yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Beji kali ini cukup parah dibandingkan dengan tahun lalu. Di mana ketinggian air hampir mencapai 50-60 cm, seperti di Desa Kedungringin dan Desa Cangringmalang. Meski, selang beberapa jam kemudian genangan air tersebut menurun.
"Dua hari kami bersama jajaran Muspika melakukan peninjuan ke beberapa desa dengan menggunakan parahu," jelasnya. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




