Rabu, 02 Desember 2020 13:11

​GP Ansor Surabaya Sesalkan Warga Dipersulit Urus Akte Kematian

Kamis, 29 Oktober 2020 22:28 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​GP Ansor Surabaya Sesalkan Warga Dipersulit Urus Akte Kematian
HM. Faridz Afif (kanan), Ketua GP Ansor Surabaya bersama Kasat Korcab Banser Surabaya, Haji Abdullah Haris melakukan salam komando. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kenekatan Yaidah, perempuan paruh baya itu datang ke Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, membuat banyak pihak terkejut. Pasalnya, warga Surabaya itu datang ke Kantor Mendagri untuk mengurus akte kematian anaknya. Padahal, untuk urusan itu prosesnya cukup di Kantor Dispendukcapil Surabaya atau kelurahan setempat.

Peristiwa itu tak lepas dari perhatian Ketua GP Ansor Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif. Afif menyesalkan peristiwa itu bisa terjadi di kota sebesar Surabaya yang selama ini tata pemerintahannya kerap menjadi jujukan studi banding kota lain di Indonesia.

"Kami menyesalkan masih adanya praktek birokrasi yang mempersulit warga. Apalagi ini warga yang mengurus akte kematian yang notabene sedang berduka cita, sedang kesusahan," ujar Afif, Kamis (29/10/2020).

Afif berharap peristiwa ini tidak terulang kembali di masa depan. Pihaknya berharap petugas yang bertugas dalam pelayanan bersikap humanis dengan mengutamakan sisi kemanusiaan.

Panglima tertinggi Banser Kota Surabaya ini mengingatkan, jangan sampai warga Surabaya yang sedang kesusahan bertambah susah karena birokrasi yang ruwet. Sebaliknya, mereka harus dibantu, dilayani, dan diberi kemudahan.

"Ansor Surabaya siap menerima pengaduan warga yang dipersulit birokrasi dalam mengurus masalah kependudukan. Kami punya 5.000 personel Banser dan lembaga bantuan hukum yang bisa digerakkan setiap saat membantu warga," tegas Afif.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yaqut Cholil Qoumas juga mengecam masih adanya aparat pelayan masyarakat yang masih mempersulit urusan kependudukan. Ia mengatakan ini adalah penyakit lama dalam birokrasi.

"Ini penyakit lama birokrasi. Ada istilah jika bisa dipersulit kenapa dipermudah," sindir politikus PKB itu. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...