GRESIK, BANGSAONLINE.com - Tokoh Muda Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Faqih Usman mengungkapkan, bahwa Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik bersikap netral dalam menghadapi perhelatan Pilbup Gresik 2020.
Kata Faqih, PDM Gresik memberikan kebebasan kepada warganya untuk menentukan pilihan Cabup dan Cawabup yang dinilai layak untuk memimpin Gresik lima tahun ke depan.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
"PDM Gresik memberikan kebebasan warganya untuk memilih paslon di Pilbup sesuai yang dikehendaki," ujar Faqih kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (27/10/2020).
Menurut Faqih, PDM Gresik telah mengundang paslon nomor urut 1, Moh. Qosim dan Asluchul Alif (QA), maupun paslon nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat). Mereka diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi di hadapan para petinggi dan pengurus PDM.
"Jadi, melalui pemaparan visi dan misi kedua paslon, PDM memberikan pilihan, siapa di antara paslon yang mereka anggap baik dan layak untuk memimpin Gresik lima tahun ke depan. Sehingga, masing-masing pribadi warga Muhammadiyah yang memiliki otoritas untuk menentukan pilihan mereka," ungkap Sekretaris DPD PAN Gresik ini.
Faqih menegaskan, meski DPD PAN menjadi salah satu parpol pengusung Gus Yani, namun PAN tak bisa mengintervensi PDM Gresik agar sejalan dengan kebijakan PAN dalam menentukan pilihan di Pilbup Gresik.
"Jadi, meski PAN notabene parpol yang massanya dari Muhammadiyah, namun dalam soal menentukan pilihan PAN tak bisa intervensi PDM. Sebab, PDM memiliki garis sendiri memberikan kebebasan warganya untuk menentukan pilihan," ungkapnya.
Karena itu, PDM Gresik mengundang Qosim-Alif dan Gus Yani-Bu Min agar memaparkan visi-misi sekaligus program masing-masing. Tujuannya, agar warga Muhammadiyah mengetahui program yang disiapkan mereka dalam membenahi Gresik lima tahun ke depan. Ia berharap, kedua paslon tidak melupakan PDM Gresik apabila terpilih sebagai cabup-cawabup Gresik.
"Jadi, siapa pun dari 2 Paslon nanti yang dikasih mandat oleh masyarakat dalam coblosan Pilbup Gresik 9 Desember, mereka harus memiliki kepedulian terhadap PDM. Jangan hanya dibutuhkan saja saat Pilkada, tapi setelah jadi lupa, diundang acara saja susah datangnya," pungkasnya. (hud/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




