Minggu, 29 November 2020 08:20

Masyarakat Perlu Informasi Positif Soal Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis

Jumat, 23 Oktober 2020 22:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Diyah Nisa
Masyarakat Perlu Informasi Positif Soal Pasien Covid-19 dan Tenaga Medis
Perwakilan Dewan Pers, Asep Setiawan (atas) dan Praktisi Kesehatan, Lula Kamal.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketakutan yang berlebihan dan ketiadaan informasi yang memadai membuat sebagian masyarakat bereaksi berlebihan terhadap mereka yang terpapar virus Covid-19 dan tenaga medis yang menanganinya. 

Melalui kegiatan webinar, Jumat (23/10), Satgas Covid-19 bersama Dewan Pers berupaya mengubah stigma tersebut. Wabinar itu mengambil Stigmatisasi terhadap Penderita Covid-19 dan Tenaga Medis.

Salah satu pembicara yakni Lula Kamal sebagai praktisi kesehatan menyampaikan terkait bagaimana penyampaian informasi yang harus diberikan media terhadap Covid-19. Apakah harus menakut-nakuti supaya orang jera, atau harus bersifat positif supaya orang tidak takut. Karena keduanya berdampak terhadap masyarakat luas.

"Kita memilih memberikan informasi yang mana, pertimbangannya harus benar-benar supaya tidak salah. Memang sejauh ini kan media punya karakter dan pembaca masing-masing. Saya hanya berharap jangan mengintimidasi pihak yang berdampak. Baik itu pasien, dokter, atau pihak yang berhubungan di situ," ujarnya.

Baginya, tenaga medis sudah berusaha dan memberikan loyalitas tinggi. "Tidak baik menyalahkan mereka. Sebenarnya yang harus menyadarkan masyarakat yang tidak patuh adalah semuanya. Dalam hal ini, semua berperan penting. Bangaimana supaya orang pakai masker tanpa kena sanksi dulu, bagaimana membiasakan cuci tangan itu sangat sulit dilakukan," paparnya.

Terkait pemberitaan, Lula mengingatkan untuk judul pemberitaan sebaiknya sama dengan isi tulisan karena orang Indonesia sukanya hanya membaca judul berita saja, tidak membaca isinya. Ia berpesan, dampak pandemi seperti selalu pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak harus biasa dilakukan.

"Meskipun pakai masker ribet, tetap harus dilakukan. Kita harus membangkitkan orang lain untuk terus melakukan protokol kesehatan," ajaknya.

Perwakilan Dewan Pers, Asep Setiawan juga berpesan pada media untuk tidak menimbulkan permasalahan dalam memberikan informasi pada masyarakat. Baik media dan pemerintah perperan penting dalam penyebaran informasi.

"Kita juga harus apresiasi pada dokter, perawat dan pihak yang terkait di dalamnya. Kita harusnya memberikan informasi yang positif. Hal ini salah satu yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19," paparnya. (diy/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...