BangsaOnline - Empat pondok pesantren (ponpes) akan dijadikan sebagai tempat pelaksanaan Muktamar NU ke-33 tahun 2015 di Jombang. Empat ponpes itu Darul Ulum, Bahrul Ulum, Mamba’ul Ma’arif Denanyar, serta Tebuireng.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan, selain untuk agenda sidang, di pondok pesantren tersebut juga akan digunakan sebagai tempat menginap peserta muktamar yang datang dari pengurus cabang dan wilayah se-Indonesia.
BACA JUGA:
- Soroti Muktamar ke-35 NU, Poros Muda NU: Harus Lahirkan Pemimpin Baru Sesuai Harapan Warga Nahdliyin
- Gus Miftah Ingin Jadi Sekjen PBNU? Ini Respons Kiai dan Kader NU
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
- PCNU-PCNU di Jabar Ingin Rais Aam yang secara Ekonomi sudah Selesai
"Sepertinya panitia juga akan memanfaatkan alun-alun kabupaten setempat sebagai lokasi sidang pleno yang nantinya dipasang tenda berukuran besar," ujar Gus Ipul yang juga Ketua Pengurus Besar NU, ditemui usai Salat Jumat di lingkungan Kantor Gubernur Jatim, kemarin (30/1).
Gus Ipul menjelaskan, muktamar ini nantinya menggunakan sistem ahlul halli wal aqdi (AHWA) atau musyawarah ulama yang akan diterapkan dalam pemilihan rais/ketua. Kata dia, sistem ini untuk menghindari 'adu kiai'.
"Dengan cara ini juga dilakukan untuk menghindari aksi dukung-mendukung yang mencolok di antara para kiai. Agar tidak seperti Pilkada," tukas mantan menteri negara pembangunan daerah tertinggal itu.
Nanti akan ada sembilan kiai kharismatik yang diusulkan dari bawah, lalu akan memilih salah satu di antara mereka sebagai Rais Aam pada muktamar. Juga ditetapkan beberapa calon ketua umum dan diserahkan muktamirin untuk dipilih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




