Kamis, 03 Desember 2020 14:23

​Buntut Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Probolinggo, 42 Warga Di-Tracing

Kamis, 08 Oktober 2020 19:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Andi Sirajudin
​Buntut Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Probolinggo, 42 Warga Di-Tracing
Petugas melakukan rappid test pada salah seorang warga di balai desa Gunggungan Lor, Probolinggo.

PROBOLINGGO BANGSAONLINE.com - Pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 dan pelemparan mobil ambulans oleh sejumlah warga di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, berbuntut panjang.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat langsung melakukan tracing massal terhadap 42 warga. Tidak hanya itu, ke 42 warga itu langsung dilakukan rapid test.

Tracing yang dilakukan Satgas dilakukan di Balai Desa Gunggungan Lor dengan melibatkan sejumlah petugas gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP.

Seperti diketahui, tracking massal satgas ini merupakan sebuah buntut dari perebutan jenazah Musolli oleh warga dan kerabat dari petugas pada Minggu (4/10) lalu. Proses pemakaman jenazah yang sedianya akan dilakukan sesuai protokol Covid-19, akhirnya dibatalkan.

Oleh warga dan kerabat, peti jenazah dibongkar dan dimakamkan di luar prosedur protokol Covid-19. Belakangan, hasil tes usap (swab) Musolli diketahui positif Covid-19, sehingga tracing massal dilakukan.

Dari pantauan di Desa Gunggungan Lor, seluruh petugas gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi perlawanan warga. Tim dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP berjaga-jaga di tiap-tiap jalan dan gang-gang di desa setempat. Sementara, konsentrasi petugas menyatu di balai desa. Ada sekitar 100 petugas keamanan yang dikerahkan.

Koordinator Penegakan Hukum Satgas Covid 19, Ugas Irwanto mengatakan, 42 warga tersebut menjalani rapid test antigen dengan akurasi 90 persen.

"Kalau hasilnya reaktif, kita lanjutkan dengan swab. Kalau non reaktif, ya kita pulangkan," terang Ugas saat meninjau pelaksanaan tracing massal.

Ugas menyebut, 42 warga dan kerabat yang kontak langsung semuanya non reaktif. "Hasilnya semua non reaktif. Alhamdulillah tidak sampai menular," katanya. (ndi/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...