Rabu, 16 Juni 2021 05:34

Dinilai Tak Transparan, Komisi C DPRD Jember Usulkan Bentuk Pansus untuk Awasi Anggaran Covid-19

Senin, 05 Oktober 2020 17:31 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Dinilai Tak Transparan, Komisi C DPRD Jember Usulkan Bentuk Pansus untuk Awasi Anggaran Covid-19
BPKAD saat hearing dengan Komisi C DPRD Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Lantaran penggunaan anggaran Covid-19 oleh Pemkab Jember dinilai kurang transparan, Komisi C DPRD Jember mengusulkan pembentukan pansus Covid-19 untuk mengawasinya.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, selama ini penggunaan anggaran covid-19 terkesan tertutup. Padahal alokasinya sangat fantastis.

"Anggaran covid ini sangat besar dari hasil refocusing-nya, dan kita tidak tahu anggaran secara detailnya. Ini perlu dipertanyakan," ujar David saat hearing di Komisi C DPRD Jember, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, refocusing anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Jember sekitar Rp 579 miliar. Untuk saat ini sudah dianggarakan dalam penjabaran detail kebutuhan sekitar Rp 219 miliar. Dan yang sudah dicairkan sekitar Rp 119 miliar, tersisa sekitar Rp 100 miliar.

BACA JUGA : 

OPD Mangkir Panggilan Pansus DPRD, Bupati Hendy Akan Minta Bantuan Polisi

Bupati Hendy Respons Cepat Arahan Menko untuk Penerapan PPKM Mikro di Jember

Sudahi Dualisme di Tubuh Persid, Masing-masing Ketua Serahkan Kepengurusan ke Bupati Hendy

Gelar Siraman Rohani untuk Para Pejabatnya, Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjoun Undang Gus Miftah

"Tadi BPKAD menyampaikan ada sekitar Rp 219 miliar yang sudah dianggarkan secara detail dan serapannya sekarang sekitar Rp 119 miliar. Untuk sisa Rp 100 miliarnya masih ada di bendahara," imbuhnya.

Ia menilai, penggunaan anggaran sekitar Rp 119 miliar tersebut belum dijabarkan secara detail. Karena itu, ia merasa perlu menanyakan hal itu kepada Plt. Bupati Jember. Sebab, pihak Plt menyampaikan akan melakukan cut off anggaran pada akhir September lalu.

"Kita tanyakan ke Plt, apakah cut off ini masuk dalam anggaran covid atau tidak," tuturnya.

Sementara Kepala BPKAD Pemkab Jember Penny Arthamedya juga mengaku tidak tahu detail perencanaan anggaran Covid-19. Sebab, hal ini merupakan ranah kewenangan BPBD. Dirinya hanya bertugas mencairkan ketika ada pengajuan pencairan anggaran kegiatan. (jbr1/yud/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipan...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...