Minggu, 29 November 2020 09:00

Dinilai Tak Transparan, Komisi C DPRD Jember Usulkan Bentuk Pansus untuk Awasi Anggaran Covid-19

Senin, 05 Oktober 2020 17:31 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Dinilai Tak Transparan, Komisi C DPRD Jember Usulkan Bentuk Pansus untuk Awasi Anggaran Covid-19
BPKAD saat hearing dengan Komisi C DPRD Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Lantaran penggunaan anggaran Covid-19 oleh Pemkab Jember dinilai kurang transparan, Komisi C DPRD Jember mengusulkan pembentukan pansus Covid-19 untuk mengawasinya.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, selama ini penggunaan anggaran covid-19 terkesan tertutup. Padahal alokasinya sangat fantastis.

"Anggaran covid ini sangat besar dari hasil refocusing-nya, dan kita tidak tahu anggaran secara detailnya. Ini perlu dipertanyakan," ujar David saat hearing di Komisi C DPRD Jember, Senin (5/10/2020).

Menurutnya, refocusing anggaran yang dilakukan oleh Pemkab Jember sekitar Rp 579 miliar. Untuk saat ini sudah dianggarakan dalam penjabaran detail kebutuhan sekitar Rp 219 miliar. Dan yang sudah dicairkan sekitar Rp 119 miliar, tersisa sekitar Rp 100 miliar.

"Tadi BPKAD menyampaikan ada sekitar Rp 219 miliar yang sudah dianggarkan secara detail dan serapannya sekarang sekitar Rp 119 miliar. Untuk sisa Rp 100 miliarnya masih ada di bendahara," imbuhnya.

Ia menilai, penggunaan anggaran sekitar Rp 119 miliar tersebut belum dijabarkan secara detail. Karena itu, ia merasa perlu menanyakan hal itu kepada Plt. Bupati Jember. Sebab, pihak Plt menyampaikan akan melakukan cut off anggaran pada akhir September lalu.

"Kita tanyakan ke Plt, apakah cut off ini masuk dalam anggaran covid atau tidak," tuturnya.

Sementara Kepala BPKAD Pemkab Jember Penny Arthamedya juga mengaku tidak tahu detail perencanaan anggaran Covid-19. Sebab, hal ini merupakan ranah kewenangan BPBD. Dirinya hanya bertugas mencairkan ketika ada pengajuan pencairan anggaran kegiatan. (jbr1/yud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...