Para petani saat antre pembagian Kartu Tani di Desa Pleset, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Keluhan para petani di wilayah Ngawi pada saat musim tanam terkait kelangkaan pupuk subsidi mulai tahun 2021 tidak akan terjadi lagi. Pasalnya, kebutuhan akan pupuk subsidi sudah dijamin melalui Kartu Tani yang dikelola oleh Bank BNI.
Selama ini, para petani di wilayah Ngawi sering mengeluh tentang sulitnya mendapatkan pupuk subsidi setiap musim tanam tiba. Bahkan, di beberapa desa banyak petani menebus pupuk subsidi dengan harga yang tinggi melalui pihak ketiga yang sengaja menyediakan pupuk kimia tersebut.
BACA JUGA:
- Penebusan Pupuk Subsidi di Lumajang Meningkat, Stok Aman Sejak Awal 2026
- Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Baru Capai 25%
- Catat! Penebusan Pupuk Subsidi di Tuban Wajib Sesuai e-RDKK dan KTP Asli, Tak Bisa Diwakilkan
- Pupuk Indonesia Perkuat Distribusi Bersubsidi, Siapkan Stok 1,1 Juta Ton Jelang Akhir 2025
Seperti yang dikeluhkan Suratmin, salah satu petani di Ngawi. Ia mengaku selama ini selalu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi sewaktu musim tanam tiba.
"Setiap memasuki musim tanam, kita selalu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Akhirnya, kita memakai pupuk nonsubsidi dengan harga yang tinggi," jelas Suratmin kepada BANGSAONLINE.com.
Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi Eka Sri Rahayu mengatakan bahwa sebanyak 114.768 petani yang telah terdata di wilayah Ngawi akan mendapatkan kartu tani yang telah dicanangkan oleh Presiden RI sejak 2017 lalu.
Manfaat kartu tani tersebut salah satunya bisa digunakan untuk menebus pupuk subsidi sesuai kebutuhan. "Sebenarnya program kartu tani sudah dicanangkan oleh Presiden semenjak 2017. Sekarang ini kita akan mengaktifkan sesuai data petani kita," terang Eka Sri Rahayu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




