Rabu, 28 Oktober 2020 07:40

Antisipasi Kemarau Panjang di Kabupaten Kediri, BPBD Siapkan Dropping Air Bersih

Senin, 21 September 2020 08:29 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjito
Antisipasi Kemarau Panjang di Kabupaten Kediri, BPBD Siapkan Dropping Air Bersih
BPBD Kabupaten Kediri menyiapkan armada truk tanki untuk dropping air kepada warga yang membutuhkan. (foto: Kominfo)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sejak dua bulan terakhir ini, Kabupaten Kediri mulai memasuki musim kemarau. Sejumlah kecamatan akan menghadapi ancaman krisis air bersih maupun kebakaran lahan.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri tengah menyiapkan rencana untuk dropping air kepada warga di wilayah tersebut.

Saifudin Zuhri, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri menjelaskan, terdapat 5 kecamatan yang paling merasakan dampak dari kekeringan ini.

Meskipun terancam kekurangan air bersih akibat musim kemarau atau faktor alam, namun kategorinya masih dalam level standard atau sedang.

"Lima kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Semen, Kecamatan Puncu, Kecamatan Plosoklaten, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Tarokan," kata Zuhri, Jumat (18/9) lalu.

Sebagai upaya antisipasi terjadinya kekeringan, lanjut Zuhri, Pemerintah Kabupaten Kediri akan membangun sejumlah sumur dengan kedalaman yang bervariatif. Selain itu bantuan dropping air bersih akan terus dilakukan ke sejumlah titik yang menjadi langganan kekurangan pasokan air bersih.

"Untuk tahun anggaran 2020, pengajuan untuk program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah disetujui dan semoga program ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk penyediaan air bersih," tutur Zuhri.

Menurut Zuhri, selain mendapat ancaman kekurangan air bersih, beberapa wilayah di Kabupaten Kediri juga mengalami ancaman kebakaran lahan. Saat ini prioritas utama dari tim adalah lahan yang berada di lereng Gunung Wilis, utamanya sebelah utara.

Untuk itu, tim BPBD saat ini sudah mulai terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialiasi pencegahan bencana alam tak terduga agar jika terjadi bencana masyarakat dapat melakukan antisipasi lebih dini.

"Tim BPBD jauh-jauh hari selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama yang masuk dalam peta kerawanan bencana. Dengan cara pendekatan personal langkah ini diharapkan efektif menyampaikan segala informasi agar dapat diterapkan oleh masyarakat," pungkas Zuhri. (adv/kominfo)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 25 Oktober 2020 12:28 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Wisata edukasi berbasis potensi desa di Jawa Timur kembali bertambah. Kali ini, bertempat di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Are...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Selasa, 27 Oktober 2020 09:45 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...