Jika tak diberi Allah hidayah, tempatmu di neraka. [File: Mads Claus Rasmussen/EPA]
BANGSAONLINE.com - Aktivis sayap kanan, Stram Kurs (Garis Keras), memantik kemarahan muslim di seluruh dunia. Mereka membakar mushaf Alquran. Dan mereka berjanji akan membakar lebih banyak lagi.
Rasmus Paludan, pemimpin kelompok sayap kanan Stram Kurs, mengaku bertanggung jawab atas pembakaran mushaf Alquran, dan dia memosting video di halaman Facebook-nya.
BACA JUGA:
- Pakai Blangkon, Maher Zain Bilang Maturnuwun, Ribuan Penonton Tertawa
- Naja Hudia Beberkan Metode Hafal 30 Juz Alquran dalam 10 Bulan
- Pertemuan AIAT se-Indonesia di IAIN Kediri: Dorong Pengarusutamaan Riset Berbasis Surah
- Philia Tungga Dewi, Siswi Kelas 1 SDIT Nurul Fikri Sidoarjo yang Hafal 5 Juz Alquran
Mereka melakukan ini hanya selang beberapa hari, setelah kejadian serupa di Kota Malmo.
Sebuah video yang diposting oleh pemimpin kelompok Stram Kurs (Garis Keras) menunjukkan seorang pria membakar kitab suci Muslim di lingkungan Rinkeby. Rinkeby, di ibu kota Stockholm, memiliki populasi Muslim dan pendatang yang besar.
"Hari ini, Stram Kurs, membakar Alquran di Rinkenby," tulis Rasmus Paludan di Facebook.
"Banyak penjahat mengatakan bahwa kami tidak akan pernah bisa melakukan ini. Tapi kami melakukannya. Islam adalah agama yang jahat dan primitif yang tidak memiliki tempat di Denmark, Swedia atau masyarakat beradab lainnya," tambahnya.
Kelompok tersebut sebelumnya telah meminta izin kepada polisi untuk membakar Alquran di Rinkeby, tetapi permintaan itu ditolak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




