Jumat, 26 Februari 2021 02:28

Pensiunan Polri di Porong Ternyata Dibunuh Keponakannya Sendiri, Karena Sakit Hati

Senin, 14 September 2020 14:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Pensiunan Polri di Porong Ternyata Dibunuh Keponakannya Sendiri, Karena Sakit Hati
Pelaku Hepy Prima saat diamankan polisi.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil meringkus pria bernama Hepy Prima (23), warga Mindi RT 01 RW 01 Kecamatan Porong yang indekos di Dusun Beringin Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo.

Ia merupakan pelaku pembunuhan Purnawirawan Polri bernama Jasah (79 tahun). Hepy yang tak lain keponakan korban itu tega membunuh lantaran sakit hati dituduh mencuri uang.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan, setelah mendapat laporan adanya peristiwa tersebut, kemudian anggotanya disebar untuk melakukan penyelidikan.

Selang beberapa jam, pelaku berhasil diamankan saat berada tidak jauh dari rumah korban. "Berhasil kami ringkus dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Di dekat TKP," terangnya, Senin (14/9).

Ambuka menambahkan, hasil pengakuan pelaku, korban dibunuh dengan menggunakan kayu Balok. Hal ini juga dibantu ditemukannya luka pada leher sebelah kiri korban. Ada beberapa titik bekas luka pukulan benda tumpul.

"Korban dipukul berulang kali di bagian leher," tambahnya.

Happy saat ini mendekam di sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk proses mendalam selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, Jasah (79 tahun) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah miliknya yang beralamat di Kelurahan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, pada Minggu (13/9/2020) malam.

Peristiwa ini terungkap dari anak korban bernama Dadang Tjahyono (44), Warga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Sidoarjo. Saat itu Dadang berniat pulang ke rumah orang tuanya (korban) pada hari Minggu (13/9/2020) dengan maksud untuk menjenguk.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Dadang sampai di rumah orang tuanya. Sesampai di sana, pintu rumah orang tuanya dalam keadaan terkunci. Dadang tidak berhasil masuk ke rumah. Lampu di dalam rumah yang biasanya hidup, saat itu juga masih gelap.

Melihat kejanggalan tersebut, Dadang kemudian mencari cara untuk bisa masuk ke dalam rumah. Ia kemudian berinisiatif masuk lewat jendela yang berada di sebelah kiri.

Dengan cara merusak jendela, Dadang akhirnya berhasil masuk.

Dadang seketika terkejut setelah menghidupkan lampu rumah. Matanya melihat sosok tubuh tergeletak. Dadang kemudian mendekati jasad itu. Tujuannya untuk memastikan siapa dan bagaimana kondisinya.

Sontak ia terkejut untuk kedua kalinya. Sosok orang yang tergeletak itu adalah orang tuanya, Jasah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Porong untuk proses lebih lanjut. (cat/rev)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Kamis, 25 Februari 2021 07:52 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dahlan Iskan, wartawan kondang ini memang punya wawasan luas tentang ekonomi. Maklum, ia punya background sebagai pengusaha sukses. Bahkan mantan menteri BUMN. Maka ketika menulis tentang revaluasi aset negara sangat...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 20 Februari 2021 09:40 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...