Warga saat antre air bersih. (foto: ist).
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - BPBD Kabupaten Pasuruan masih terus melakukan pengedropan air bersih ke beberapa desa di wilayah Kabupaten Pasuruan yang mengalami kekeringan. Total, ada 23 desa di Kabupaten Pasuruan yang kesulitan air bersih sejak musim kemarau datang pada bulan April lalu hingga sekarang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati mengatakan bahwa sampai saat ini jumlah desa yang mengalami kekeringan ada 23 desa yang tersebar di beberapa kecamatan.
BACA JUGA:
- Pasuruan Dikepung Banjir: Ketinggian Air Capai 1,2 Meter, Empat Kecamatan Siaga Satu
- Puting Beliung Terjang Pasuruan, 12 Kecamatan Terdampak, Puluhan Pohon Tumbang dan Warga Terluka
- Evakuasi Truk yang Terpersok ke Jurang Akibat Longsor di Jalur Wisata Bromo Terhambat Kondisi Tanah
- PMI Kabupaten Pasuruan Salurkan Bantuan ke Desa Terdampak Kekeringan di Kecamatan Winongan
Desa-desa yang mengalami kekeringan tersebut, lanjutnya, tersebar di 7 kecamatan, yakni Lumbang, Lekok, Grati, Winongan, Pasrepan, Gempol, dan Kejayan.
Adapun untuk mencukupi kebutuhan air bersih tersebut, pihaknya terus melakukan pengiriman air bersih ke tiap-tiap desa yang mengalami kekeringan, rata-rata 2 rit tangki air dengan kapasitas air isi 5.000 liter.
"Sampai saat ini BPBD masih melakukan dropping air bersih, setiap desa kita kirim 2 rit tangki," ujar Tectona Jati, Selasa (1/9/2020).
Ia menambahkan, sesuai data BMKG, puncak kemarau tahun ini akan terjadi pada bulan Agustus sampai pertengahan September, dan musim hujan akan mulai turun pada awal bulan November.
"Untuk itu, kami meminta kepada desa-desa yang mengalami kekeringan untuk segera melaporkan melalui camat agar penanganan kekeringan bisa cepat dan tepat," pungkasnya. (bib/par/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




