Para mahasiswa dari luar negeri IKHAC yang diwisuda di Kampus IKHAC Pacet Mojokerto, Ahad (30/8/2020). foto: mma/ bangsaonline.com
Lalu dari mana biayanya? “Kalau Al-Azhar itu punya banyak usaha. Punya hotel dan punya usaha lain. Tapi saya belum berani buka usaha hotel,” kata Kiai Asep.
Lalu dari mana biayanya? Yang pasti, Kiai Asep tak mau disumbang siapa pun, termasuk pemerintah. Alasannya selain tidak adil karena masih banyak pesantren kecil yang membutuhkan bantuan, juga tidak barakah karena nantri digremmengi pesantren-pesantren kecil.
“Saya ditawari oleh Pak Jokowi. Saat itu didampingi Pak Pratikno. Pak Kiai, kalau mau mendirikan universitas internasional, saya bantu membangun gedungnya. Saya tolak,” kata Kiai Asep.
Kiai Asep justru minta dipertemukan dengan Menteri BUMN Erick Thohir saja. “Saya tidak minta materi. Tapi minta kuota dan dipermudah untuk proses mendirikan SPBE. Daripada kuoatanya diberikan kepada orang lain untuk kepentingan pribadi. Kalau saya ini kan untuk kepentingan bangsa karena universitas internasional itu akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa seluruh dunia,” katanya.
Kiai Asep mengaku sudah dua kali ditanya Presiden Jokowi, apakah sudah bertemu Erick Tohir. Tapi Erick Tohir, kata Kiai Asep, tak pernah mau menemui. Hingga sekarang. “Kalau saya punya lima SPBE ya selesai universitas internasional itu. Sekarang saya baru punya satu SPBE,” katanya.
Namun, kata Kiai Asep, meski Erick Tohir tetap tak memberi akses untuk mendirikan SPBE, pihaknya tak akan kendor untuk mendirikan universitas internasional. Karena ia masih punya usaha lain yang akan dikembangkan.
Dalam acara wisuda ini hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk memberikan orasi ilmiah pada sesi kedua. Ia didampingi Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi Jawa Timur, Dr. Hudiyono, M.Si., dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Jatim Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T.
Selain Gubernur Khofifah, juga hadir Dahlan Iskan, tokoh pers yang mantan menteri BUMN. Dahlan Iskan juga didaulat memberikan sambutan.
Juga hadir penyair kondang asal Madura KH. Zawawi Imron. Ia membaca pusi berjudul ibu yang sangat menyentuh.
Hadir juga Dirut Pascasarjana Unisma Malang Prof. Dr. M. Mas’ud Said, Prof. Dr. Husen, dan KH. Roziqi serta dari pihak kopetais dan kemenag Jatim, Surabaya dan Mojokerto. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




