PROBOLINGGO, BANGSAONLIINE.com - Musim panen tembakau kali ini suram bagi para petani di Kabupaten Probolinggo. Sebab, banyak tembakau hasil rajangan petani yang tak bisa terbeli. Sebab, hingga kini seluruh pabrikan tembakau atau gudang tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo masih tutup.
Tidak jelas, alasan para pabrikan masih menutup gudang. Padahal, sudah banyak petani yang sudah memanen tembakaunya. Tak pelak, banyak petani yang mengaku resah atas ditutupnya sejumlah gudang tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo.
BACA JUGA:
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
- Gus Lilur Dorong Industri Tembakau dari Bawah, Petani Harus Jadi Penentu
- Ketua Ansor Jatim: Penerimaan Negara dari Cukai Tembakau Terbesar Tapi Petani Merana
- Pembekuan Perusahaan Rokok Dinilai Tekan Ekonomi Madura, Anggota DPD Ning Lia: Harus Ada Solusi
Mohammad Hasin, Kelompok Tani Kembang Suko asal Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kebupaten Probolinggo menyayangkan sikap gudang tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo tersebut.
Padahal, menurut Mohammad Hasin, saat ini sudah memasuki masa panen tembakau. Hampir seluruh sentra wilayah penghasil tanaman tembakau di Kabupaten Probolinggo saat ini sedang panen. Yakni Kotaanyar, Pakuniran, Paiton, Kraksaan, dan Krejengan.
"Kasian petani, mereka terus dilanda tekanan dan keprihatinan. Di samping tembakaunya tidak terbeli, waktu lalu petani juga mengalami kesulitan pupuk yang cukup langka ketika musim tanam," ujar M. Hasin.
Tidak hanya itu, masih dikatakan Hasin, kalaupun ada blandang atau tengkulak yang terpaksa membeli tembakau petani, mereka kebanyakan menurunkan harga dengan dalih gudang masih tutup.
"Mereka ambil dengan harga di bawah Rp 30 ribu per kg. Itu pun, tidak dibayar sampai berminggu-minggu. Kasihan petani saat ini, mereka harus terus-terusan menderita," terangnya yang mengaku memiliki lahan satu hektare lebih lahan dengan kapasitas tanaman tembakau sekitar 15 ribu pohon.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




