Jumat, 23 Oktober 2020 12:36

​Webinar IHM, Sekjen PPP: Berpolitik Tak Usah seperti Bermadzhab

Sabtu, 22 Agustus 2020 22:18 WIB
Editor: MMA
​Webinar IHM, Sekjen PPP: Berpolitik Tak Usah seperti Bermadzhab
Arsul Sani. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengungkapkan, selama ini kita dalam berpolitik sangat fanatik sehingga seolah masuk ke masalah agama. Akibatnya, sering terjadi pertengkaran yang sulit diselesaikan.

“Berpolitik seolah untuk izzul Islam wal-Muslimin,” kata Arsul Sani dalam Webinar bertema Posisi Pesantren dalam Hajatan Politik Lokal dan Nasional yang digelar Institut Hasyim Muzadi (IHM) Depok Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020) malam.

“Padahal seharusnya kita biasa-biasa saja. Tidak usah seperti berbeda madzhab. Padahal beda madzhab saja kita boleh,” kata Arsul Sani yang anggota DPR RI itu sembari tertawa.

Dalam diskusi yang dimoderatori Abdi Kurnia itu, Arsul Sani mengingatkan pelajaran politik dari Gus Dur. Ia mengaku pernah diajari langsung oleh Gus Dur bagaimana seharusnya berpolitik. “Kata Gus Dur kepada saya, Mas kalau masuk politik, masuk dari telinga kanan, masuk dari telinga kiri, lalu diolah di otak, lalu turun ke leher saja. Tidak usah sampai ke hati,” kata Arsul.

Dengan demikian, kata Arsul, jika ada perselisihan, mudah diselesaikan. “Kita tidak usah fanatik dan bertengkar habis-habisan,” pinta Arsul.

Ia juga mengungkap tentang keteladanan KH Hasyim Muzadi dalam berpolitik. Menurut dia, Kiai Hasyim Muzadi sangat terbuka dan menerima semua orang, dari partai politik apapun. “Padahal secara pribadi, Kiai Hasyim pasti punya preferensi sendiri. Tapi tetap terbuka kepada semua orang,” kata Arsul.

Ia kemudian memberi contoh dirinya sendiri sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf saat pilpres. Menurut dia, pihaknya kepada tim Prabowo-Sandi menjelaskan tentang kultur politik yang seharusnya dikembangkan agar tidak terlalu fanatik dan perselisihan mudah diselesaikan.

Begitu juga dengan PKB. Menurut Arsul, PPP selalu tegang jika berhadapan dengan PKB. Tapi ketika menyangkut kepentingan bersama, seperti memperjuangkan lembaga pendidikan Islam dan pesantren, PPP dan PKB bisa bersama.

Ia mengaku selalu berpesan kepada pengurus PPP agar tidak bermusuhan dengan PKB. “Wong podho NU-ne,” katanya. Menurut dia, perbedaan dalam politik itu biasa, karena itu jangan sampai menegasikan persamaan yang harus dibangun.

Selain Arsul Sani yang jadi pembicara, juga Endang Turmudzi, mantan Sekjen PBNU. (mma) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Jumat, 23 Oktober 2020 10:38 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...