Jumat, 23 Oktober 2020 09:28

Dugaan Penelantaran Pasien, Pemkab Jombang akan Tindak RS PMC

Rabu, 12 Agustus 2020 11:41 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidh
Wartawan: Aan Amrulloh
Dugaan Penelantaran Pasien, Pemkab Jombang akan Tindak RS PMC
Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan penelantaran pasien ibu hamil yang melahirkan sendiri tanpa bantuan tenaga medis hingga bayinya meninggal dunia di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang, telah mendapatkan respons dari pemerintahan setempat.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD, pada Selasa (11/08), mengatakan akan menyiapkan tindakan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sudah turun melakukan investigasi ke RS PMC. Kita masih menunggu hasil laporannya. Hasil investigasi tersebut nantinya akan dibahas dalam audit maternal perinatal (AMP) bersama tim AMP tingkat kabupaten,” ujarnya.

(Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD)

Disampaikan Mundjidah, pihaknya akan memberikan tindakan bila ditemukan kesalahan pada kasus ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan nakes. Tentunya, tindakan akan diberikan berdasarkan hasil audit yang telah tuntas dilakukan.

“Kita tunggu hasil tim saja, tim juga melibatkan organisasi lain untuk melakukan kajian. nanti baru kita tentukan tindakannya pada rumah sakit dan tenaga medis,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jombang dr. M. Vidya Buana mengatakan, AMP belum bisa digelar hingga hari ini. Proses yang baru dilalui hanya klarifikasi ke pihak RS PMC yang ia lakukan bersama Dinkes Provinsi Jatim pada Senin (10/8).

Klarifikasi yang baru didapat sebatas kronologi dan penyebab pasien melahirkan bayinya. Menurut keterangan dokter spesialis obgyn, kata Vidya, pasien mengalami partus presipitatus atau kehamilan cepat.

“Intinya itu tadi terjadi kehamilan cepat, diagnosa sementara itu. Kemarin menggali sampai di situ. Kita juga tunggu rekomendasi dari Dinkes Provinsi,” ucapnya saat ditemui di kantor Dinkes Jombang.

Lebih lanjut Vidya menyampaikan, Dinkes Provinsi Jatim meminta agar AMP dilakukan di tingkat kabupaten. AMP ini akan membahas semua kasus yang dialami oleh DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

DR melahirkan anak keduanya tanpa bantuan tenaga medis RS PMC, pada Selasa (4/8) lalu. Akibatnya, bayi yang dilahirkannya tersebut meninggal dunia. Untuk mengungkap fakta kasus yang dialami oleh istri BK (29) itu, AMP segera dilakukan minggu depan.

“Untuk diagnosa itu, nanti kita tunggu AMP (pengkajian kasus), nanti itu kita bahas secara detil di situ. Ini masih kita siapkan, mudah-mudahan minggu depan kita bisa lakukan AMP tingkat kabupaten,” pungkas Vidya.

Sebelumnya, DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, menjadi salah satu pasien di RS PMC Jombang untuk persalinan anak ke duanya. Ia merasa ditelantarkan pihak rumah sakit karena tidak ada penanganan tim medis saat proses persalinan. (aan/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...