H. Syafiuddin, Anggota Komisi V DPR RI saat do'a bersama di akhir webinar yang digelar oleh Ikamaba Rayon Surabaya, Ahad (8/8/2020).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya pemerkosaan dan pelecehan seksual di Bangkalan menjadi perhatian khusus bagi Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) Rayon Surabaya. Sabtu (10/8/2020) malam, mereka menggelar website seminar (webinar) dengan tema "Bangkalan Kota Hiperseks?".
Ada tiga narasumber yang dihadirkan, yakni H. Syafiuddin Anggota Komisi V DPR RI yang memberi paparan dari sisi politik dan penguatan anggaran, Dr. Hj. Mutmainah Zainul dari sisi perseptif perempuan dan psikologi, serta Advokat Fahrillah dari sisi penindakan hukum.
BACA JUGA:
- PKB Bangkalan Gelar Qosidah Burdah dan Doa Bersama Selama 7 Hari untuk Keselamatan Bangsa
- Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Syafiuddin Ajak Masyarakat Terapkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan
- PKB Bangkalan Ziarah ke Makam Syaikhona Kholil, Tirakat dan Dzikir Bersama Peringati Harlah ke-27
- Gelar Serap Aspirasi Masyarakat, H. Syafiuddin Ajak Pemuda Punya Kesadaran Berpolitik
Menurut H. Syafiuddin, stakeholder perlu memperkuat edukasi sebagai langkah preventif kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Ia mengatakan, penanganan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga.
"Dengan maraknya kasus di Bangkalan, bukan saatnya saling menuding, saling menyalahkan, karena semua pihak memiliki peran yang sama. Artinya saling introspeksi diri mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda desa sendiri," bebernya.
"Yang menjadi kata kunci adalah pentingnya Song Osong Lombhung (gotong royong). Tanpa tanggung jawab bersama, sulit akan dapat ditekan. Karena apa? Terjadinya kasus tersebut ada faktor internal dan eksternal, seperti pengaruh alkohol, narkoba, serta lemahnya pengetahuan agama," ucapnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




