Sabtu, 05 Desember 2020 12:51

Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual di Bangkalan Meningkat, Syafiuddin Ajak Perkuat Edukasi

Sabtu, 08 Agustus 2020 23:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual di Bangkalan Meningkat, Syafiuddin Ajak Perkuat Edukasi
H. Syafiuddin, Anggota Komisi V DPR RI saat do'a bersama di akhir webinar yang digelar oleh Ikamaba Rayon Surabaya, Ahad (8/8/2020).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Maraknya pemerkosaan dan pelecehan seksual di Bangkalan menjadi perhatian khusus bagi Ikatan Mahasiswa Bangkalan (Ikamaba) Rayon Surabaya. Sabtu (10/8/2020) malam, mereka menggelar website seminar (webinar) dengan tema "Bangkalan Kota Hiperseks?". 

Ada tiga narasumber yang dihadirkan, yakni H. Syafiuddin Anggota Komisi V DPR RI yang memberi paparan dari sisi politik dan penguatan anggaran, Dr. Hj. Mutmainah Zainul dari sisi perseptif perempuan dan psikologi, serta Advokat Fahrillah dari sisi penindakan hukum.

Menurut H. Syafiuddin, stakeholder perlu memperkuat edukasi sebagai langkah preventif kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual. Ia mengatakan, penanganan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga. 

"Dengan maraknya kasus di Bangkalan, bukan saatnya saling menuding, saling menyalahkan, karena semua pihak memiliki peran yang sama. Artinya saling introspeksi diri mulai dari eksekutif, legislatif, yudikatif, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda desa sendiri," bebernya.

"Yang menjadi kata kunci adalah pentingnya Song Osong Lombhung (gotong royong). Tanpa tanggung jawab bersama, sulit akan dapat ditekan. Karena apa? Terjadinya kasus tersebut ada faktor internal dan eksternal, seperti pengaruh alkohol, narkoba, serta lemahnya pengetahuan agama," ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk mengatasi faktor eksternal dibutuhkan peran pemerintah daerah, dari bupati sampai kepala desa. Misalnya, dengan memberikan program edukasi atau pendidikan tentang seks.

Sebagai Anggota Komisi V DPR RI, ia mengaku akan mendorong Kemendes PDTT untuk meningkatkan anggaran. "Agar ke depan kemandirian desa menjadi sentral penguatan desa, menjadi desa mandiri, agar dana desa (DD) dapat dipergunakan semaksimal mungkin," terangnya.

"Ke depan saya akan mendorong Kemendes menambah dana desa. Tapi yang jelas dana desa harus tepat pengunaannya, bagaimana dana desa dapat menjembatani penggangguran di desa," pungkasnya.

Sementara, Dr. Mutmainah Zainul menjelaskan tentang pentingnya penguatan tiga pilar pendidikan. Yakni pendidikan keluarga, pendidikan formal, dan pendidikan lingkungan dalam rangka penguatan pendidikan karakter.

Sedangkan Fahrillah, menekankan agar pihak penegak hukum bekerja secara maksimal serta memberikan hukuman maksimal sebagai efek jera bagi pelaku. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...