Sabtu, 28 November 2020 23:33

Pilbup Kediri 2020 Dipastikan Calon Tunggal, PPP Siap Jadi Penonton

Selasa, 04 Agustus 2020 13:23 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Pilbup Kediri 2020 Dipastikan Calon Tunggal, PPP Siap Jadi Penonton
Taufik Chavufudin, Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di atas kertas, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Kediri 2020, Hanindhito Himawan Pramono dan Dewi Mariya Ulfa, sudah tidak ada lawan tanding lagi. Itu artinya, Dhito-Dewi akan melawan bumbung kosong di Pilbup Kediri 2020. Sebab, 6 partai politik yang mengusungnya apabila ditotal menguasai sebanyak 44 kursi di DPRD Kabupaten Kediri. 

Adapun partai politik yang sudah menyatakan mengusung Dhito-Dewi adalah PDIP dengan 15 kursi, PKB 9 kursi, PAN 5 kursi, Nasdem 4 kursi, Golkar 6 kursi, dan Gerindra 5 kursi.

Sedangkan yang belum menyatakan sikap adalah Partai Demokrat 3 kursi, PPP 2 kursi, dan PKS 1 kursi. Jika ditotal, ketiga partai itu hanya memiliki 6 kursi saja. Sedang untuk bisa mengusung pasangan calon, parpol atau gabungan parpol minimal harus memiliki 10 kursi.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri Taufik Chavufudin kepada wartawan mengatakan, sampai saat ini rekom dari DPP belum turun. Ia mengakui rekom dari PPP tidak akan berpengaruh apa-apa. Sebab, PPP bersama Demokrat dan PKS jelas tidak bisa mengusung calon alternatif, karena bila digabung hanya memiliki 6 kursi saja.

"Sebenarnya kami di jajaran PPP dari awal menyuarakan ke DPP agar sedapat mungkin bisa memunculkan calon alternatif. Tidak terus kemudian masyarakat disuguhi calon tunggal. Tapi tampaknya aksi borong rekom tidak bisa dibendung, karena kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa dengan hanya bermodal dua kursi, Demokrat tiga, dan PKS satu," kata Taufik di kantor DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (4/8).

Menurut Taufik, PPP bisa jadi hanya akan menjadi penonton, atau ikut gabung ke koalisi Dhito-Dewi. "Seperti apa, kan kita tidak tahu. Berharap tidak calon tunggal, kalau boleh ngomong kan begitu, cuma kan sudah ndak mungkin lagi," terang Taufik.

Taufik menegaskan, dari awal PPP tidak menghendaki adanya calon tunggal lawan bumbung kosong. "Ini kan gak sehat untuk demokrasi. Kalau misalnya boleh memilih, ya mending abstain sebenarnya. Tetapi kami juga harus patuh dengan keputusan DPP. Mudah-mudahan (rekom) tidak turun, karena sudah tidak ada artinya lagi," tutup Taufik. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...