Kamis, 03 Desember 2020 02:22

Mantan Kadisperindag Jember Mengaku Tak Terima Sepeser pun Aliran Dana Korupsi Pasar Manggisan

Kamis, 16 Juli 2020 10:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Mantan Kadisperindag Jember Mengaku Tak Terima Sepeser pun Aliran Dana Korupsi Pasar Manggisan
Mantan Kadisperindag Jember Anas Ma'ruf saat digelandang ke tahanan, beberapa waktu lalu.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Muhammad Nuril, kuasa hukum terdakwa mantan Kadisperindag Jember Anas Ma'ruf, menegaskan kliennya tidak pernah menerima aliran dana kasus korupsi Pasar Manggisan.

"Hasil sidang di pengadilan tindak pidana korupsi di Surabaya, hari Selasa (14/7) kemarin, kami mendapatkan fakta baru. Dari keterangan saksi ahli, bahwa klien kami tidak menerima aliran, dari pihak manapun," ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/7).

Lanjut Nuril, dalam kasus korupsi Pasar Manggisan ini, dari dana sekitar Rp 3 miliar, kliennya tidak pernah menerima aliran dana sepeser pun, termasuk dari pihak Direktur PT Maksi Enjinering.

"Dana sebesar itu, merupakan hasil total konsultan perencana di semua proyek pembangunan di Kabupaten Jember. Ya termasuk RTH, Pasar Manggisan, Puskesmas dan beberapa proyek lainnya," jelasnya.

Nuril menjelaskan, 3 orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan bahwa tidak ada aliran dana korupsi pada kliennya. "BPKP kemarin sudah menjelaskan dengan gamblang kalau pak Anas tidak terima uang sepeser pun," ungkapnya.

Mennurut Nuril, aliran dana tersebut mengalir ke beberapa orang. Di antaranya Agus Salim selaku Direktur PT Dita Putri Waranawa yang menerima sekitar Rp 200-300 juta.

"Ada orang lain yang nerima, salah satunya Agus Salim melalui anaknya, melalui istrinya sekitar Rp 200-300 juta dari hasil pembangunan fisik," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Nuril juga menyampaikan tentang rangkap jabatan oleh kliennya, yang tidak menjadi persoalan. Sebab, saksi ahli ada yang menjelaskan tentang proses rangkap jabatan tersebut.

"Namun untuk proses dugaan kesalahan pada kebijakan kelebihan bayar yang dilaporkan oleh konsultan pengawas, kami akan menyerahkan semua keputusan kepada majelis hakim, apakah masuk dalam ranah administrasi atau pidana," pungkasnya. (jbr1/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...