Selasa, 04 Agustus 2020 12:43

​Ketua Fraksi PPP Kabupaten Pasuruan Pertanyakan 4 Poin LPJ APBD 2019 yang Disampaikan Bupati

Senin, 06 Juli 2020 21:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fuad
​Ketua Fraksi PPP Kabupaten Pasuruan Pertanyakan 4 Poin LPJ APBD 2019 yang Disampaikan Bupati
K.H. Saifulloh Damanhuri, Ketua Fraksi PPP Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2019 yang disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf secara virtual, mendapat kritikan sejumlah anggota dewan. Salah satunya K.H. Saifulloh Damanhuri, Ketua Fraksi PPP Kabupaten Pasuruan.

Dia mempertanyakan empat poin LPJ APBD 2019 yang disampaikan Bupati Pasuruan. Pertama, sebagaimana penjelasan bupati dalam pidato pengantar bahwa realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2019 naik sebesar 5,67 persen dibanding dengan tahun anggaran 2018. Menurutnya, hal itu kurang tepat karena bupati membandingkan tahun anggaran 2019 dengan tahun anggaran 2018 secara nominal. Seharusnya, lebih tepat cara membandingkannya dengan cara persentase realisasi dari target.

"Tepatnya menurut kami, pendapatan daerah pada tahun anggaran 2019 yang tercapai sebesar 95,60 persen atau menurun dibanding dengan realisasi pada tahun anggaran 2018 kemarin, yakni 97,84 persen," ujar Kiai Saifulloh, sapaan akrabnya, saat pembacaan pandangan fraksi di Rapat Paripurna LPJ APBD 2019 secara virtual, Senin (6/7/2020).

"Lalu, sejauh mana pengaruh penurunan tersebut terhadap pelaksanaan APBD 2020 yang sedang berjalan saat ini?," sambungnya.

Kedua, adapun untuk realisasi belanja daerah pada APBD 2019 sebesar 87,71 persen sebagaimana penjelasan dalam pidato pengantar bupati karena adanya efisiensi. "Apakah memang benar karena adanya efisiensi atau mungkin karena ketidakmampuan pimpinan OPD untuk menyerap anggaran? Mohon penjelasan," ucapnya.

"Ketiga, sampai saat ini, fraksi kami masih melihat adanya beberapa jabatan di beberapa eselon yang masih kosong atau statusnya masih Plt., semisal Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RSUD Bangil, dan Kesbangpol. Kenapa hal tersebut terjadi? Apakah karena kurangnya personel yang memenuhi syarat, ataukah karena hal lain?," ungkapnya.

Terakhir, sampai hari ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih cukup tinggi dibanding dengan daerah yang lain di Jawa Timur. "Untuk itu, mohon bupati yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Kabupaten Pasuruan dapat memberi penjelasan," tutup pria yang juga menjabat Ketua Komisi III tersebut. (afa/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...