Jumat, 14 Agustus 2020 17:46

Gagal Temui Komisi D Tanpa Alasan, Warga Desa Maneron Kecewa

Kamis, 02 Juli 2020 19:52 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Subaidah
Gagal Temui Komisi D Tanpa Alasan, Warga Desa Maneron Kecewa
Imam Faisol, Ketua BPD Desa Maneron, Bangkalan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Maneron, Kecamatan Sepuluh kecewa terhadap Anggota Komisi D DPRD Bangkalan yang kembali membatalkan rapat koordinasi untuk membahas Pantai Tengket yang akan dijadikan sebagai lokasi wisata baru di Bangkalan.

Kekesalan warga ini memuncak setelah pertemuan dengan Komisi D DPRD Bangkalan, kembali ditunda tanpa alasan dan pemberitahuan.

"Tentu kami sangat kecewa terhadap Komisi D yang mengundang kami, tapi malah tidak datang," ujar Imam Faisol selaku Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Maneron saat di Gedung DPRD Bangkalan, Kamis (2/7/2020).

Dikatakannya, pertemuannya kali ini hanya dihadiri oleh satu Anggota Komisi D. Padahal, pihaknya berharap bisa menyampaikan aspirasi kepada seluruh anggota Komisi D. Yakni, terkait keinginan untuk segera menutup akses lokasi wisata baru Pantai Tengket karena pantai tersebut merupakan lokasi petilasan ulama.

"Sejak dahulu, para tokoh dan sesepuh Desa Maneron sudah berusaha agar tidak ada keramaian di Pantai Tengket. Tapi sekarang malah ramai dan dikunjungi oleh pemuda dan pemudi yang pastinya dijadikan sebagai tempat pacaran, karena di situ banyak semak-semak. Gara-gara aktivitas pemuda pemudi inilah warga setempat meminta agar tempat tersebut ditutup," jelasnya.

Menurutnya, lokasi petilasan ini berada tepat di sebelah lokasi parkir wisatawan. Apalagi, sebelum ditetapkan sebagai lokasi wisata, pemilik usaha tidak melakukan izin terlebih dahulu kepada warga ataupun kepada kepala desa setempat.

"Awalnya pun, saya dan warga setempat bahkan kepala desa tidak tahu kalau tempat tersebut dijadikan sebagai lokasi wisata. Tiba-tiba dibangun warung dan banyak wisatawan yang datang," ujarnya.

Dikatakannya, walaupun lokasi tersebut dialihkan sebagai lokasi wisata religi, pihaknya bersama tokoh masyarakat dan sesepuh tetap tidak menghendaki.

"Walaupun mau dijadikan sebagai lokasi wisata religi, tempat tersebut pasti tetap dijadikan sebagai tempat pacaran para wisatawan. Jadi, permintaan kami hanyalah tutup wisata Pantai Tengket itu ditutup. Biarlah Bangkalan maju, namun bukan dari Pantai Tengket, tapi dari wisata lainnya," harapnya.

Sementara itu, Sonhaji, satusatunya Anggota komisi D yang menemui warga, mengaku tidak mengetahui alasan ketidahadiran anggota lainnya. "Mungkin teman-teman lainnya sedang ada tugas di luar, tapi kami akan terus memfasilitasi dan menjadwalkan kembali," pungkasnya. (ida/uzi/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...