Minggu, 09 Agustus 2020 06:44

Rektor UTM Bangkalan: BPWS Hanya Perlu Penyempurnaan, Madura Harus Dijadikan Klaster Khusus

Rabu, 24 Juni 2020 11:24 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ahmad Fauzi
Rektor UTM Bangkalan: BPWS Hanya Perlu Penyempurnaan, Madura Harus Dijadikan Klaster Khusus
Rektor UTM Dr. Drs. Ec. Moh. Syarif, M.Si

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Rektor UTM Dr. Drs. Ec. Moh. Syarif, M.Si merespons hasil RDP Komisi V DPR RI dengan BPWS, Senin (22/6) lalu, terkait keberadaan BPWS. Dalam RDP itu, tupoksi BPWS akan dikonsultasikan kembali ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR).

Terkait hal ini, Moh. Syarif menyarankan Komisi V agar lebih baik melakukan penyempurnaan kepada BPWS, karena lembaganya sudah bagus. "Tinggal penajaman tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)," ujar Syarif saat dihubungi wartawan bangsaonline.com, Selasa (23/6).

Menurutnya, tupoksi BPWS saat ini sudah luar biasa. "Sesuai Perpres nomor 27 tahun 2008 memberikan ruang yang sangat luar biasa, memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengelolaan, pembangunan, dan fasilitasi percepatan kegiatan pembangunan wilayah Suramadu," jelas Syarif.

"Sebenarnya, apa yang disampaikan oleh Hj. Nurhayati (Wakil Ketua Komisi V DPR RI) terkait indikator keberhasil BPWS yang selama ini belum tampak, dan belum tercapai tujuan sesuai yang diamanatkan Perpres 27/2008, karena banyak Pelaksana tugas (Plt) yang perlu dibenahi. Harusnya pejabat di BPWS sudah didefinitif, sehingga apa yang dikerjakan BPWS lebih maksimal," ujarnya melalui sambungan telepon.

Namun demikian, Syarif menegaskan apa yang disampaikannya ini hanyalah sumbang pikiran dan sekadar memberi masukan. "Saya sarankan agar lembaga itu disempurnakan, karena Plt pejabat BPWS sudah lama, di mana akan memperngaruhi terhadap kinerja," ucapnya.

Ia berharap, apapun lembaganya, yang penting porsi percepatan pembangunan Madura yang harus menjadi proritas. "Harus ada lembaga yang dapat membantu percepatan pengembangan ekonomi Madura lewat APBN," katanya.

Seharusnya, lanjut Syarif, Madura jadi klaster tersendiri. Sehingga pengembangan lebih mudah, menjadi daerah yang ekonominya maju sesuai apa yang tertuang di Perpres 27/2008.

"Sementara BPWS perlu membangun harmonisasi dengan para pimpinan empat kabupaten yang ada di Madura, agar pekerjaan tidak tumpang tindih dengan pemerintah daerah. Artinya, dibutuhkan harmonisasai dengan empat bupati di Madura. Harmonisasi penting dengan para pemangku kebijakan di Maduara, agar dapat menyinkronkan pembangunan yang ada di empat kabupaten agar tidak tumpang tindih," pungkasnya. (uzi/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...