Jumat, 14 Agustus 2020 15:24

​Jelang Rekom Turun, Ning Lia Pilih Woles Aja

Jumat, 19 Juni 2020 21:05 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M Didi Rosadi
​Jelang Rekom Turun, Ning Lia Pilih Woles Aja
Lia Istifhama, Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya dari PDI Perjuangan. (foto : ist).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ritme kompetisi di Pilwali Surabaya sempat melandai karena pandemi Covid-19. Jadwal pilkada yang sempat terkatung-katung karena adanya pandemi, mulai jelas setelah adanya penetapan KPU RI tentang pelaksanaan pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Pasca penetapan jadwal pilkada, ritme politik pun mulai meningkat, menyusul kabar akan segera turunnya rekom partai. Sejumlah kandidat maupun pendukung mulai kembali bergerak melakukan manuver, baik di media sosial maupun aksi di lapangan. Terkait hal itu, salah satu kandidat bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya, Lia Istifhama mengaku tetap on the track (tetap di jalur).

"Yang kenal saya pasti tahu, bahwa saya tidak pernah suka dengan orang yang ambisius dan oportunis. Jadi saya juga tidak punya sifat itu. Maka dari itu, kalau kita sedang berproses, maka kita kembalikan makna proses itu awalnya apa. Intinya woles (santai) aja, yang lain ngapain, kita tetep out of the box," imbuh perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, Jumat (19/6/2020).

Putri Almarhum K.H. Masykur Hasyim yang dikenal sebagai aktivis Nahdliyyin dan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta itu, menjawab blak-blakan tentang kans rekom dirinya dalam pilkada serentak yang akan dihelat akhir tahun ini.

"Tujuan saya berproses adalah menjalani yang bersifat natural. Banyak orang yang bertanya, mengapa tidak ngotot dekatin elite partai maupun pejabat publik? Saya kalau sudah ditanya itu, selalu jawab simpel. Wes opo jare Gusti Allah," imbuh Lia.

Ketua DPP Perempuan Tani HKTI Jatim ini menyampaikan bahwa proses ini berjalan bukan karena skenario dirinya, melainkan Allah SWT yang punya kuasa.

Pihaknya mengaku tidak pernah mengawali dengan koar-koar maju pilwali lantas mendekati pihak ini dan itu demi klaim dukungan. Sebab, ini murni suara relawan. Proses ini berawal dari kampanye Pilgub 2018. Ketika dirinya membangun hubungan dengan relawan Khofifah-Emil, dari situlah mengalir doa dan dukungan dari relawan.

"Kemudian, Alhamdulillah orang tua saya mensyukuri proses ini. Bahkan almarhum ayah saya kenal baik dengan beberapa relawan. Bagi saya, ini yang paling penting. Hubungan sosial di dalam sebuah proses," tandas Lia.

Lia juga tidak menampik bahwa sebuah rekom harus turun dari tangan partai politik. Bahkan, dirinya sangat paham dengan mekanisme tersebut. Itulah sebabnya ia mengikuti proses politik dengan mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Surabaya lewat PDI Perjuangan. Bagi dirinya, persoalan rekom atau menjadi pejabat publik adalah sebuah bonus jika sudah garis Allah SWT.

"Karena itu, jangan sampai jadi target. Karena kalau meleset akan kecewa," katanya.

Menurut Lia, relawannya sudah paham dengan pemikiran dirinya itu. Mereka tahu dirinya tidak ambisius hanya demi sebuah jabatan yang sifatnya sementara. Tapi terpenting, bagaimana kita ini tetap melekat di masyarakat dalam waktu yang lama.

"Dicintai, diterima, dipercaya masyarakat, itu paling penting yang harus jadi tujuan kita. Saya yakin kalau mau menang dalam sebuah perhelatan kontestasi politik, yah harus memikirkan bagaimana bisa menjadi figur yang dibutuhkan masyarakat. Mengakar di hati masyarakat itu penting," pungkasnya. (mdr/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...