Wali Kota Risma saat memberikan kenang-kenangan kepada Kapten Mobil Laboratorium PCR BNPB, Sandi Nugroho. (foto: ist).
Sementara itu, Kapten Mobil laboratorium PCR BNPB, Sandi Nugroho mengungkapkan, selama berada di Surabaya ini bakal menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Apalagi masyarakat di Kota Pahlawan orangnya ramah-ramah.
"Orangnya ramah dan menyenangkan. Banyak cerita lucu dan menarik di sini," ungkap Sandi.
Ia menuturkan bahwa Mobil Laboratorium PCR dari BNPB ini fokus pada tes swab untuk masyarakat. Sejak awal dioperasikan hingga Selasa (16/6/2020), mobil ini telah melakukan pemeriksaan swab sekitar 5.000 orang.
“Untuk kategori usianya beragam. Ada yang anak kecil sampai usia lanjut,” tuturnya.
Sandi juga menceritakan antusias warga yang tinggi dalam mengikuti tes swab. Selama beberapa minggu di Surabaya, jumlah pasien yang dites sudah ribuan. Seperti misalnya yang sebelumnya dilakukan di Gelora Pancasila dan Hotel Asrama Haji.
"Antusias warga Surabaya cukup tinggi angkanya. Hanya ada satu dua orang yang akhirnya tidak jadi swab setelah registrasi," ungkapnya.
Sandi menyebut, dalam satu Mobil Laboratorium PCR itu terdapat 6 orang yang mengendalikan. Enam orang tersebut masing-masing punya tugas dan fungsi. Mereka terdiri dari kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis, dan petugas maintenance.
“Jadi, setelah dari swaber kan perlu diekstrak dahulu, setelah itu ada dari analis. Analis itu yang berfungsi untuk memasukkan hasil dari spesimen ini ke dalam mesin dan dia menganalisis hasilnya,” pungkasnya. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




