Rapid test yang digelar Pelindo III dengan 3.000 peserta.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Ribuan nelayan dan ABK (Anak Buah Kapal) yang sehari-harinya bekerja di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, menjalani rapid test massal.
Adapun untuk melakukan rapid test massal itu, Pelindo III menyiapkan sebanyak 3.000 alat rapid test. Bahkan, pemeriksaan rapid test itu akan dilakukan selama tiga hari ke depan, dimulai dari Jumat (5/6/2020) hingga Minggu (7/6/2020).
BACA JUGA:
- KONI Kabupaten Probolinggo Cairkan Reward Rp1,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Peraih Medali Porprov
- Mega Guntara Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Kota Probolinggo Periode 2026-2031
- 12 Camat di Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik Jadi PPATS
- Pengadaan Alkes RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Diselidiki Polda Jatim
“Sasaran utamanya teman-teman di pelabuhan seperti ABK, nelayan, dan lainnya. Hal ini dilakukan untuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19 agar dapat terlaksana dengan baik,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, Kapten Subuh Fakkurochman.
Menurut General Manager (GM) Pelindo III Cabang Probolinggo, Adji Djoko Wibowo rapid test ini adalah program peduli BUMN untuk negeri. “Pelindo III mendapat 50 ribu alat rapid test untuk 4 wilayah regional se-Jawa Timur,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Adji Djoko juga menjelaskan jika pelaksanaan rapid test ini tidak hanya diperuntukkan bagi nelayan dan ABK saja, tetapi juga untuk masyarakat di sekitar pelabuhan.
"Rapid test ini dilaksanakan secara gratis alias tanpa biaya. Ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan kepedulian dari Pelindo III," tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan rapid test yang dilaksanakan oleh Pelindo III bersama KSOP itu.
"Melalui rapid test ini, dapat diketahui sejak dini apakah ada yang terpapar Covid-19. Karena seperti yang kita tahu, pelabuhan merupakan salah satu akses keluar masuk ke wilayah Probolinggo dan banyak aktivitas pekerja di sini baik itu nelayan atau ABK," ujar Hadi.
“Rapid test ini sebagai screening. Apabila hasil tes dinyatakan reaktif, maka dipastikan lagi dengan tes swab. RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo sudah punya alatnya,” terang wali kota yang pagi itu juga didampingi Sekda Kota Probolinggo, drg. Ninik Ira Wibawati. (ndi/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




