Dinas Kesehatan Pamekasan saat menerima penghargaan dari Dinkes Provinsi Jatim
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Pamekasan meraih penghargaan sebagai perencana Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) terbaik pertama tingkat Jawa Timur dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diterima melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan dalam agenda yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur di salah satu hotel di Surabaya, Rabu (18/6/2026).
BACA JUGA:
- Mahfud MD dalam Haul Kiai Agung Rabah Pamekasan: Semoga Berkontribusi terhadap Kemajuan Indonesia
- Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Bupati Pamekasan Tegaskan Peran Indonesia Jaga Perdamaian Dunia
- YBM PLN Madura Tebar 230 Paket Daging Kurban untuk Warga Dhuafa Pamekasan
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
Capaian itu menjadi prestasi tersendiri bagi Kabupaten Pamekasan. Daerah di Pulau Madura tersebut berhasil menempati peringkat pertama dan mengungguli 37 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.
Dalam penilaian tersebut, Kota Surabaya menempati posisi kedua, sedangkan Kabupaten Bojonegoro berada di peringkat ketiga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Saifudin, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan secara tepat dan berbasis kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Pamekasan itu perencanaan kebutuhan SDMK terbaik dibanding 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Nomor dua Surabaya, dan nomor tiga Bojonegoro,” ujar Saifudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, penilaian tersebut tidak hanya melihat jumlah tenaga kesehatan yang tersedia, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah mampu melakukan pemetaan kebutuhan secara profesional dan berbasis data.
Indikator penilaian mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas layanan, mulai dari puskesmas, rumah sakit pemerintah, hingga kebutuhan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
Saifudin menjelaskan, keberadaan perencanaan SDMK yang baik menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Sebab, setiap fasilitas kesehatan harus memiliki komposisi tenaga medis yang sesuai dengan beban pelayanan.
“Jadi kebutuhan SDMK kita harus akuntabel berdasarkan perencanaan yang matang, terkait pelayanan yang disediakan oleh puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Perencanaannya ada di Dinkes, dan kita dianggap perencanaannya benar serta rapi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi Dinkes Pamekasan untuk terus memperkuat tata kelola sektor kesehatan, khususnya dalam memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sebab, kata dia, kesalahan dalam menyusun perencanaan tenaga kesehatan dapat berdampak pada pelayanan publik, terutama risiko kekurangan tenaga medis di fasilitas kesehatan milik pemerintah.
“Memang harus benar perencanaannya. Kalau salah, nanti bisa kurang tenaga kesehatan kita,” pungkasnya. (bel/dim/adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




